Menu ✖

Dark Mode
Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa

Advertorial

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

badge-check


					Teras Samarinda II di Jalan Gajah Mada Perbesar

Teras Samarinda II di Jalan Gajah Mada

SAMARINDA – Rencana pembukaan Teras Samarinda II di Jalan Gajah Mada pada 1 September 2026 mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda. Dewan mengingatkan agar target pembukaan tidak mengesampingkan kesiapan fasilitas dan keselamatan pengunjung.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai seluruh fasilitas harus melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum kawasan tersebut mulai digunakan masyarakat.

Menurutnya, bagian yang masih mengalami kerusakan maupun belum sepenuhnya rampung harus diperbaiki terlebih dahulu. Pemeriksaan juga tidak cukup hanya dilakukan pada area yang terlihat oleh pengunjung, tetapi mencakup seluruh fasilitas yang akan digunakan.

“Yang paling penting seluruh fasilitas dipastikan aman sebelum digunakan masyarakat,” ujar Rohim di DPRD Samarinda.

Ia memberi perhatian khusus pada fasilitas bermain anak. Area tersebut dinilai membutuhkan pengawasan lebih detail karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi jika terdapat bagian yang rusak atau tidak sesuai standar keselamatan.

Rohim juga mendorong agar seluruh pengecekan dan perbaikan dilakukan sebelum proses serah terima kawasan. Dengan begitu, persoalan keselamatan dapat diminimalkan setelah Teras Samarinda II dibuka.

Selain fasilitas, pola operasional juga perlu disiapkan sejak awal. Menurutnya, kawasan tersebut tidak harus langsung beroperasi sepanjang hari apabila sistem pengelolaan belum sepenuhnya siap.

Jam operasional perlu disesuaikan dengan kemampuan petugas, keamanan, kebersihan hingga pemeliharaan fasilitas. Di saat yang sama, pemerintah tetap perlu membuka ruang evaluasi terhadap kebutuhan masyarakat setelah kawasan mulai digunakan.

“Yang penting aspirasi masyarakat juga didengar. Kalau ada kebutuhan untuk waktu kunjungan yang lebih panjang, tentu bisa dievaluasi berdasarkan kondisi dan kesiapan pengelola,” katanya.

Rohim berharap Teras Samarinda II nantinya tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi benar-benar hadir sebagai ruang publik yang aman, nyaman dan dapat dinikmati berbagai kelompok usia.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menjadikan tanggal pembukaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Jangan hanya mengejar pembukaan. Pastikan dulu fasilitasnya benar-benar siap sehingga masyarakat yang datang bisa merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Dewan Menilai Menara Taman Samarendah Tak Perlu Dibongkar Jika Masih Aman

7 August 2026 - 20:15 WITA

Trending on Advertorial