Menu ✖

Dark Mode
Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah

Headline

Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan

badge-check


					Sekretaris DPD Forum Pemuda NTT Kota Samarinda, Ricard Parera Perbesar

Sekretaris DPD Forum Pemuda NTT Kota Samarinda, Ricard Parera

SAMARINDA – Persoalan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan bantuan sosial maupun program pembangunan jangka pendek. Kemiskinan di wilayah pedesaan membutuhkan kebijakan yang menyentuh akar persoalan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan pada bulan Maret 2026 persentase penduduk miskin di NTT mencapai 17,52 persen atau sekitar 1,04 juta jiwa. Yang lebih mengkhawatirkan lagi angka kemiskinan di pedesaan mencapai 21.64 persen.

Sekretaris DPD Forum Pemuda NTT Kota Samarinda, Ricard Parera, mengatakan pemerintah harus melihat kemiskinan di NTT sebagai persoalan yang serius, masyarakat desa tidak boleh hanya dijadikan sebagai objek penerima bantuan.

“Angka 21.64 persen kemiskinan bukan sekedar angka statistik, namun ini menunjukan bahwa pemerintah gagal dalam membangun masyarakat sejahtera, karena dibalik angka-angka itu ada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan yang layak, petani yang menghadapi persoalan produksi dan pasar serta masyarakat desa yang belum mendapatkan akses ekonomi secara adil,” katanya.

Ricard menilai bahwa pemerintah harus membangun ekosistem ekonomi desa yang mampu menciptakan pendapatan ekonomi yang berkelanjutan melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, UMKM, serta ekonomi kreatif.

“Petani tidak cukup hanya diberikan bibit atau pupuk jika persoalan harga jual, akses pasar, dan transportasi tidak ikut serta diselesaika,” ujarnya.

Ricard menegaskan, pemerintah harus memberikan ruang bagi generasi muda NTT untuk mengembangkan usaha , teknologi, pertanian modern, ekonomi kreatif, dan berbagai inovasi berbasis potensi lokal.

“NTT tidak kekurangan potensi. Kita punya laut, lahan pertanian, perkebunan, peternakan, budaya dan sumber daya manusia. Persoalannya adalah bagaimana potensi itu bisa diolah agar menjadi kekuatan ekonomi agar mereka keluar dari zona kemiskinan,”tuturnya.

Menurut Ricard, pemerintah harus menjadikan pengentasan kemiskinan di NTT sebagai agenda utama dalam pembangunan. Setiap pembangunan harus menyentuh masyarakat kelas bawah.

“Masyarakat desa tidak perlu belas kasihan negara, yang mereka butuhkan adalah keberpihakan negara. Sebab kemerdekaan bukan hanya melepaskan diri dari penjajahan, tetapi juga harus bebas pada kemiskinan,”tutupnya.

(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan

24 April 2026 - 09:05 WITA

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim

22 April 2026 - 04:42 WITA

Tak Lazim, BGN Habiskan Rp1,5 Miliar Untuk Belanja Semir Sepatu

19 April 2026 - 19:32 WITA

Dibalik Gestur Ananda Emira Moeis yang Viral, GMNI Kaltim Menilai Ada Substansi Penabrakan Jembatan Tak Boleh Terlewat

12 March 2026 - 08:41 WITA

Diduga Tipu IRT Hingga Rugi Ratusan Juta, Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi

23 October 2025 - 13:47 WITA

Trending on Headline