Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Kaltim Hadirkan Hydroclay, Inovasi Media Tanam Lokal untuk Tantangan Urban Farming

badge-check


					Hidroclay dari Kota Bontang sebagai Media Tanam Alternatif Berbasis Bahan Lokal/Foto: Tangkapan Layar YouTube DPM Pemdes Kaltim Perbesar

Hidroclay dari Kota Bontang sebagai Media Tanam Alternatif Berbasis Bahan Lokal/Foto: Tangkapan Layar YouTube DPM Pemdes Kaltim

FASENEWS.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur terus berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui teknologi yang ramah lingkungan.

Salah satu terobosan terbaru adalah pengembangan media tanam hidroponik buatan dalam negeri yang diberi nama Hydroclay.

Kepala Bidang Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) DPMPD Kaltim, Noor Agustina, mengungkapkan bahwa teknologi ini memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan urban farming.

” Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal dengan teknologi sederhana yang ramah lingkungan,” ujar Noor Agustina.

Hydroclay sendiri merupakan hasil karya inovatif dari Sea Gendhis Rahmawati Sudarno Putri dan Eva Dwipanglipur Wijayanti asal Bontang.

Berawal dari masalah tingginya harga media tanam impor, Hydroclay hadir sebagai alternatif menggunakan bahan lokal, seperti tanah liat, bekatul, dan cocopeat.

Keunggulan media tanam ini adalah kemampuannya untuk menyerap dan menyimpan air lebih lama, serta ringan dan ekonomis.

Desain Hydroclay yang berbentuk bulat berpori ini memungkinkan akar tanaman tumbuh dengan sehat tanpa mengalami kerusakan sehingga cocok digunakan untuk tanaman hias, hortikultura, dan buah-buahan.

Selain mendukung urban farming, Hydroclay juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dengan harga jual yang terjangkau, yaitu Rp25.000 per kilogram, Hydroclay dapat bersaing dengan produk impor dan membuka peluang usaha baru di kalangan masyarakat desa.

Menurut Noor Agustina, dengan penjualan 31 kg produk, yang setara dengan Rp762.950, Hydroclay dapat mencapai titik impas (BEP).

“Kami optimis inovasi ini mampu menjadi solusi bagi petani modern sekaligus mendukung pertumbuhan UKM di Kaltim,” tambahnya.

Melalui inovasi Hydroclay, DPMPD Kaltim berharap desa-desa di provinsi ini akan semakin mandiri, produktif, dan berkembang secara berkelanjutan. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial