Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Inovasi Baling Kapal Nelayan oleh Choliq Hidayah: Solusi Ekonomis untuk Nelayan Kaltim

badge-check


					Potret Choliq Hidayah (tengah) akan menerima penghargaan Pemuda Pelopor Inovasi Teknologi/Foto: Fasenew.id Perbesar

Potret Choliq Hidayah (tengah) akan menerima penghargaan Pemuda Pelopor Inovasi Teknologi/Foto: Fasenew.id

FASENEWS.ID – Choliq Hidayah, peraih juara 1 Pemuda Pelopor Inovasi Teknologi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, menceritakan upaya kepeloporannya yang bertujuan untuk meringankan beban nelayan kelas menengah ke bawah.

Choliq Hidayah, yang berasal dari Kota Bontang, mengungkapkan bahwa ia saat ini masih berprofesi sebagai operator pabrik di Pupuk Kaltim.

Ia menggunakan waktu luang setelah bekerja untuk berkarya dalam bentuk penelitian dan berinovasi menciptakan baling-baling kapal nelayan.

“Karena saya Sarjana Material Metalurgi, menganalisa dan menggabungkan limbah rumah tangga seperti bekas minuman kaleng dan limbah bengkel seperti piston, maupun tromol berbahan alumunium dan bahan limbah pabrik. Tujuan saya yaitu membuat peleburan alumunium untuk dijadikan baling baling kapal,” ucapnya.

Dengan dukungan dari PT. BADAK LNG, inovasi yang dikembangkan oleh Choliq Hidayah dalam pembuatan baling-baling kapal bertujuan untuk menghasilkan produk yang ekonomis dan meringankan biaya bagi nelayan menengah ke bawah.

“Kebetulan kami dibantu juga oleh PT. BADAK LNG dalam riset ini, bahan-bahan itu saya lebur dan kami kombinasikan untuk menjadi baling-baling dengan harga jual milik kami yang ekonomis yaitu Rp. 20 sampai Rp. 25 ribu rupiah,” terangnya.

“Yang di mana baling yang dijual komersial di luaran saat ini seharga Rp. 40 ribu, kami akan berikan kemudahan dengan pengecualian baling nelayan yang rusak akibat batu karang dan pohon bakau kami akan perbaiki,” terangnya lagi.

Choliq Hidayah menyatakan bahwa produk yang mereka tawarkan tidak hanya ekonomis, tetapi juga memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan baling-baling komersial yang tersedia di pasaran saat ini.

“Serta keinginan kami agar nelayan-nelayan menengah ke bawah ini dapat menukar baling kapal mereka yang patah atau rusak milik mereka, agar dapat mereka tukar dengan milik kami dengan harga Rp. 10 ribu saja,” lanjutnya.

Produk yang dikembangkan oleh Choliq Hidayah ini pernah diuji di Badan Inspeksi Material pada tahun 2022.

Dia juga menjelaskan bahwa di Kaltim, tempat untuk uji coba produk material logam masih sangat terbatas, karena tidak bisa sembarangan mengeluarkan hasil atau standar.

“Dan bahan uji kami waktu itu ada 3 sampel, yaitu produk saya, lalu baling yang saya beli dari Jawa, serta baling baru buka bungkus dari toko sekitaran Bontang, dan hasil ujinya produk kami lebih keras daripada baling yang dijual di pasaran,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan pula bahwa baling-baling kapal yang mereka produksi dan pasarkan saat ini telah digunakan oleh hampir seluruh nelayan yang ada di Bontang.

Hasil produk ini pun telah menjangkau Muara Badak, Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, bahkan hingga luar provinsi seperti Sulawesi dan Bali.

Diketahui juga bahwa Choliq Hidayah menjadi pemuda yang mengharumkan nama Kaltim di Jakarta dengan masuk dalam nominasi 10 besar pelopor muda tingkat nasional.

Saat ini dirinya meraih penghargaan dari Dispora Kaltim sebagai juara 1 Pemuda Pelopor Inovasi Teknologi pada acara Pekan Raya Pemuda di Hotel Swissbell Samarinda pada Senin, (28/10/2024). (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial