Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

DPMPD Kaltim Optimalkan Pengelolaan SPAMS melalui Kolaborasi dengan OPD dan Swasta

badge-check


					Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur, Puguh Harjanto/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur, Puguh Harjanto/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, menyatakan bahwa kelangsungan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) di desa perlu dijaga, terutama dalam aspek pemeliharaan yang terus berlanjut.

DPMPD Kaltim merancang strategi untuk memperkuat program-program yang akan dijalankan mulai akhir tahun ini, dengan fokus utama pada percepatan pembangunan desa.

“Kami mendesain kebijakan menyeluruh untuk percepatan pembangunan perwilayahan desa, termasuk KP SPAMS. Bagi yang sudah aktif, kami akan melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan. Sementara bagi yang belum, kami siapkan sarana yang diperlukan agar tetap bisa berjalan,” ucap Puguh pada Jumat (25/10/2024).

Untuk memperkuat KP SPAMS, DPMPD Kaltim berencana bekerja sama dengan beberapa OPD terkait, mencakup desa-desa yang telah memiliki maupun yang belum memiliki sistem SPAMS.

Puguh juga menyebutkan bahwa DPMPD akan berbagi tanggung jawab dengan pemerintah kabupaten dan provinsi guna mendukung penyediaan fasilitas yang diperlukan.

“Kami akan melakukan sharing dengan kabupaten terkait apa yang bisa di support oleh mereka dan apa yang bisa kami dukung dari provinsi. Harapannya, dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, semua desa sudah aktif mengelola SPAMS,” terang Puguh.

Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak swasta kemungkinan untuk pembangunan infrastruktur air di desa-desa, tergantung pada potensi dan minat yang dimiliki oleh calon mitra.

Dalam kerjasama ini, model business-to-business (B2B) akan diterapkan, mencakup layanan serta aspek-aspek bisnis yang lebih luas.

Mengenai mekanisme dan pengawasan KP SPAMS di desa, Puguh mengungkapkan bahwa sebagian besar desa kini telah mengelola sistem ini secara mandiri, sementara beberapa desa lainnya dikelola oleh BUMDes.

Untuk memastikan air yang disediakan memenuhi standar keamanan, mereka juga wajib melakukan uji kualitas air setiap tiga bulan.

“Sudah ada SOP terkait pengelolaan air bersih di desa. Bahkan, sejak 2019 sudah ada pelatihan dan pendampingan teknis terkait SPAMS, sehingga dari awal program ini sudah cukup terarah,” tambahnya.

DPMPD Kaltim akan menggelar pelatihan khusus bertajuk Sekolah Air pada November mendatang.

Dalam pelatihan ini, DPMPD Kaltim akan mengundang desa-desa yang KP SPAMS-nya tidak lagi aktif, serta OPD terkait, untuk meningkatkan kualitas manajemen air di desa.

“Kami ingin mencermati pentingnya manajemen air yang baik. DPMPD Kaltim juga sudah mengadakan kejuaraan sebagai bagian dari upaya melihat manajemen desa dalam hal kualitas air. Anugerah ini telah kami berikan dalam acara Anugerah Desa beberapa waktu lalu,” terang Puguh. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial