Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Digitalisasi Pelayanan Tak Boleh Tinggalkan Warga

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra

SAMARINDA – Digitalisasi pelayanan publik dinilai bukan sekadar upaya memindahkan layanan pemerintahan ke ruang daring, tetapi harus mampu membuat masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan inklusif.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, H. Samri Shaputra, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Samarinda yang terus memperluas layanan berbasis digital hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti perubahan pola birokrasi. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang diharapkan dapat dipangkas melalui sistem elektronik.

“Pelayanan publik harus mengikuti perkembangan zaman,” kata Samri, Rabu (5/8/2026).

Namun, ia mengingatkan agar transformasi digital tidak membuat masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi justru kesulitan memperoleh pelayanan.

Layanan tatap muka, pendampingan bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta pelayanan keliling tetap diperlukan sebagai bagian dari sistem pelayanan yang inklusif.

Samri juga menekankan bahwa teknologi harus berjalan beriringan dengan kualitas aparatur. Sistem yang modern, menurutnya, tidak akan maksimal tanpa petugas yang profesional dan responsif.

“Teknologi yang baik harus didukung aparatur yang profesional,” tegasnya.

Komisi I DPRD Samarinda pun akan terus mengawasi penerapan digitalisasi pelayanan agar setiap inovasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi Samri, ukuran keberhasilan transformasi digital bukan banyaknya aplikasi yang dibuat, melainkan seberapa mudah masyarakat mendapatkan pelayanan.

“Tujuan akhirnya adalah pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial