Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Desa Loa Janan Ulu Raih Penghargaan atas Keberhasilan Menurunkan Stunting

badge-check


					Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, semakin menguatkan langkah-langkah penanggulangan stunting.

Dengan tingkat stunting yang masih tinggi, masalah ini menjadi perhatian utama karena dampaknya yang sangat berpengaruh pada masa depan generasi bangsa.

Puguh Harjanto, Kepala DPMPD Kaltim, mengungkapkan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah strategis yang mempengaruhi keberlanjutan bangsa.

“Target kita adalah menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024,” ucapnya.

Puguh menekankan bahwa anak-anak yang menderita stunting berisiko tinggi mengalami hambatan dalam perkembangan fisik dan kognitif mereka.

Stunting dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang.

“Upaya dalam penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi,” sambungnya.

Desa Loa Janan Ulu di Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu desa yang berhasil dalam menanggulangi stunting.

Supariyo, Kepala Desa Loa Janan Ulu, mengungkapkan bahwa masalah stunting akibat kekurangan gizi dan gizi buruk menjadi perhatian utama mereka.

Desa Loa Janan Ulu mencakup 36 RT dengan jumlah penduduk mencapai 12.711 jiwa.

Terdapat 16 Posyandu dan 5 Posbindu di desa ini, yang secara aktif menjalankan berbagai program kesehatan, termasuk upaya penanganan stunting.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, sembilan Posyandu di desa ini berhasil meraih piagam penghargaan dari Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, serta Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah.

Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka dalam mencatatkan kehadiran balita 100 persen di Posyandu.

“Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya pencegahan dan penanganan stunting, serta menjaga kesehatan ibu hamil dengan risiko tinggi melalui berbagai program dan kegiatan yang berkesinambungan,” terang Supariyo.

DPMPD Kaltim bersama desa-desa berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Posyandu, dan masyarakat guna mendukung program penurunan stunting. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial