SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai peluncuran Samaqua merupakan langkah inovatif yang patut diapresiasi. Namun, menurutnya, kualitas produk akan sulit memberikan dampak maksimal bagi daerah apabila tidak dibarengi dengan strategi pemasaran dan distribusi yang agresif.
“Kehadiran Samaqua merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Tinggal bagaimana produk ini dipasarkan dengan baik agar benar-benar mampu memberi manfaat bagi daerah,” ujar Helmi, Jumat (7/8/2026).
Samaqua merupakan air minum dalam kemasan (AMDK) hasil produksi Perusahaan Daerah, namun samaqua kini menghadapi tantangan yang lebih besar dari sekadar menjaga kualitas produksi.
Di tengah ketatnya persaingan industri AMDK, produk milik Perumdam Tirta Kencana Samarinda itu dinilai membutuhkan strategi bisnis yang mampu mengubah produk lokal menjadi merek yang benar-benar memiliki tempat di pasar.
Bagi Helmi, tantangan Samaqua bukan semata-mata bagaimana memproduksi air minum dengan standar yang baik, tetapi bagaimana membangun jaringan pasar yang mampu mempertemukan produk tersebut dengan konsumen secara lebih luas.
Ia mendorong Perumdam Tirta Kencana tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pelaku usaha, distributor, pusat perbelanjaan, pelaku UMKM hingga sektor swasta dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat penetrasi pasar Samaqua.
“Kerja sama dengan pihak swasta akan mempermudah distribusi produk. Selain itu, pelaku usaha lokal juga dapat ikut terlibat sehingga roda ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya.
Menurutnya, pola kemitraan tersebut dapat menciptakan efek berantai. Ketika jaringan distribusi Samaqua semakin luas, peluang usaha baru juga terbuka, mulai dari agen, distributor hingga berbagai aktivitas pendukung pemasaran.
Dengan demikian, Samaqua tidak hanya diposisikan sebagai produk komersial milik badan usaha daerah, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal.
Namun, Helmi mengingatkan bahwa membangun sebuah merek tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Samaqua harus berhadapan dengan merek-merek AMDK yang telah memiliki jaringan distribusi luas dan tingkat kepercayaan konsumen yang kuat.
Karena itu, Perumdam dinilai perlu melakukan evaluasi secara berkala, baik terhadap kualitas produk, harga, kemasan, pola distribusi maupun strategi komunikasi pemasaran.
“Dari sisi kemasan sudah cukup baik. Yang harus terus dijaga adalah kualitas dan higienitas produknya agar kepercayaan masyarakat terhadap Samaqua semakin meningkat,” tegasnya.
Menurut Helmi, kepercayaan konsumen merupakan modal utama dalam membangun merek. Tampilan yang menarik memang menjadi pintu pertama, tetapi kualitas air, keamanan produk dan konsistensi standar produksi menjadi alasan yang membuat konsumen bertahan.
Ia berharap Samaqua tidak berhenti sebagai inovasi baru Perumdam Tirta Kencana. Lebih jauh, produk tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pendapatan daerah sekaligus membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat dan dunia usaha lokal.
(ADV/DPRD Samarinda)











