Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

badge-check


					Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Foto : MR) Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Foto : MR)

SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar mendorong agar pemerintah pusat memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan penerimaan murid baru.

Sebab setiap tahunnya, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) datang dengan nama dan mekanisme yang diperbarui. Namun bagi sebagian orang tua di Samarinda, persoalannya terasa tetap sama. Banyak persoalan yang muncul ditiap penerimaan siswa.

Anhar mengatakan pemerintah daerah yang selalu berhadapan dengan masyarakat pada aturan yang dibuat pemerintah pusat.

Daerah, menurutnya, memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai kondisi sekolah, jumlah peserta didik, sebaran penduduk, hingga persoalan daya tampung yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Kebijakan yang seragam secara nasional belum tentu menghasilkan persoalan yang seragam di daerah. Karena itu, penyusunan regulasi pendidikan perlu mempertimbangkan karakteristik dan kapasitas masing-masing wilayah.

Anhar berharap pemerintah tidak menjadikan polemik SPMB sebagai persoalan musiman yang muncul setiap tahun, kemudian mereda setelah masa penerimaan selesai.

Sebaliknya, seluruh pengaduan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem yang lebih sederhana, adil dan benar-benar berpihak pada kebutuhan peserta didik.

“Jangan sampai setiap tahun masyarakat kembali mengeluhkan hal yang sama. Kalau memang ada yang belum berjalan baik, maka harus dievaluasi secara menyeluruh agar tujuan pemerataan pendidikan benar-benar bisa tercapai,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial