Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

Viktor Yuan Dorong Peremajaan Angkot: Bukan Dibiarkan Mati Perlahan

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menyoroti kondisi angkutan kota (angkot) yang makin terpinggirkan akibat dominasi transportasi berbasis aplikasi.

Ia menilai Pemerintah Kota Samarinda belum optimal dalam memberikan pembinaan maupun perlindungan bagi moda transportasi tradisional tersebut.

“Angkot yang dulu menjadi ikon transportasi kota ini, sekarang mulai ditinggalkan. Mereka kalah secara sistem dan layanan, tapi bukan berarti pemerintah bisa tutup mata,” kata Viktor.

Menurutnya, angkot masih memiliki fungsi penting, terutama untuk menjangkau area yang tidak dilalui transportasi online atau kendaraan pribadi. Karena itu, Viktor mendorong Dinas Perhubungan untuk segera merancang strategi pembinaan yang konkret dan terukur.

“Revitalisasi angkot sangat dibutuhkan, mulai dari pembaruan armada, pengaturan ulang rute, hingga peningkatan kualitas SDM sopir. Ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil,” jelasnya.

Viktor juga menegaskan pentingnya dukungan anggaran khusus bagi transportasi umum konvensional. Ia khawatir tanpa intervensi nyata, angkot akan terus tergerus dan menciptakan kesenjangan akses transportasi di kota ini.

“Kalau Pemkot serius ingin mewujudkan transportasi yang adil dan merata, maka angkot tidak boleh dibiarkan mati perlahan. Dibutuhkan intervensi, tidak cukup hanya dengan regulasi, tapi juga insentif nyata,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar Samarinda tidak kehilangan identitas transportasi massalnya di tengah arus digitalisasi. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial