Menu

Dark Mode
Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

Advertorial

Viktor Yuan Dorong Peremajaan Angkot: Bukan Dibiarkan Mati Perlahan

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menyoroti kondisi angkutan kota (angkot) yang makin terpinggirkan akibat dominasi transportasi berbasis aplikasi.

Ia menilai Pemerintah Kota Samarinda belum optimal dalam memberikan pembinaan maupun perlindungan bagi moda transportasi tradisional tersebut.

“Angkot yang dulu menjadi ikon transportasi kota ini, sekarang mulai ditinggalkan. Mereka kalah secara sistem dan layanan, tapi bukan berarti pemerintah bisa tutup mata,” kata Viktor.

Menurutnya, angkot masih memiliki fungsi penting, terutama untuk menjangkau area yang tidak dilalui transportasi online atau kendaraan pribadi. Karena itu, Viktor mendorong Dinas Perhubungan untuk segera merancang strategi pembinaan yang konkret dan terukur.

“Revitalisasi angkot sangat dibutuhkan, mulai dari pembaruan armada, pengaturan ulang rute, hingga peningkatan kualitas SDM sopir. Ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil,” jelasnya.

Viktor juga menegaskan pentingnya dukungan anggaran khusus bagi transportasi umum konvensional. Ia khawatir tanpa intervensi nyata, angkot akan terus tergerus dan menciptakan kesenjangan akses transportasi di kota ini.

“Kalau Pemkot serius ingin mewujudkan transportasi yang adil dan merata, maka angkot tidak boleh dibiarkan mati perlahan. Dibutuhkan intervensi, tidak cukup hanya dengan regulasi, tapi juga insentif nyata,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar Samarinda tidak kehilangan identitas transportasi massalnya di tengah arus digitalisasi. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial