Menu ✖

Dark Mode
Prabowo: Malu Saya Jadi Presiden Jika Rakyat Masih Terus Miskin Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

Advertorial

Viktor Yuan Dorong Peremajaan Angkot: Bukan Dibiarkan Mati Perlahan

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menyoroti kondisi angkutan kota (angkot) yang makin terpinggirkan akibat dominasi transportasi berbasis aplikasi.

Ia menilai Pemerintah Kota Samarinda belum optimal dalam memberikan pembinaan maupun perlindungan bagi moda transportasi tradisional tersebut.

“Angkot yang dulu menjadi ikon transportasi kota ini, sekarang mulai ditinggalkan. Mereka kalah secara sistem dan layanan, tapi bukan berarti pemerintah bisa tutup mata,” kata Viktor.

Menurutnya, angkot masih memiliki fungsi penting, terutama untuk menjangkau area yang tidak dilalui transportasi online atau kendaraan pribadi. Karena itu, Viktor mendorong Dinas Perhubungan untuk segera merancang strategi pembinaan yang konkret dan terukur.

“Revitalisasi angkot sangat dibutuhkan, mulai dari pembaruan armada, pengaturan ulang rute, hingga peningkatan kualitas SDM sopir. Ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil,” jelasnya.

Viktor juga menegaskan pentingnya dukungan anggaran khusus bagi transportasi umum konvensional. Ia khawatir tanpa intervensi nyata, angkot akan terus tergerus dan menciptakan kesenjangan akses transportasi di kota ini.

“Kalau Pemkot serius ingin mewujudkan transportasi yang adil dan merata, maka angkot tidak boleh dibiarkan mati perlahan. Dibutuhkan intervensi, tidak cukup hanya dengan regulasi, tapi juga insentif nyata,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar Samarinda tidak kehilangan identitas transportasi massalnya di tengah arus digitalisasi. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial