SAMARINDA – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali arah kebangsaan. Anggota DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menilai nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan sebagai fondasi utama dalam merawat harmoni di tengah kemajemukan Indonesia.
Dalam pandangannya, Pancasila merupakan mahakarya ideologis bangsa yang lahir dari perenungan mendalam para pendiri negara. Lebih dari sekadar dasar negara, Pancasila menjadi simpul pemersatu yang menjaga keutuhan Indonesia di tengah perbedaan latar belakang suku, agama, budaya, dan kepentingan.
“Pancasila adalah anugerah besar yang dimiliki bangsa ini. Ia bukan hanya hasil pemikiran para pendiri bangsa, tetapi juga cerminan nilai hidup masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan,” ujarnya.
Ronal menegaskan, di tengah keragaman yang begitu luas, Pancasila hadir sebagai perekat sosial yang memastikan setiap warga negara tetap berada dalam satu bingkai persatuan. Nilai ini, menurutnya, harus terus dirawat agar tidak tergerus oleh dinamika zaman yang semakin kompleks.
Ia juga menyinggung kondisi sosial-politik yang berkembang, di mana perbedaan pandangan kerap mengemuka di ruang publik. Dalam konteks demokrasi, hal tersebut dinilai sebagai sesuatu yang wajar, namun tidak boleh mengikis rasa saling menghormati.
“Perbedaan adalah keniscayaan dalam demokrasi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga etika, toleransi, dan saling menghargai agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan,” tegasnya.
Lebih jauh, Ronal mengajak masyarakat Samarinda untuk terus menumbuhkan semangat persaudaraan serta menghadirkan kontribusi positif dalam pembangunan daerah. Ia menilai, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakatnya.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kebersamaan. Gagasan yang konstruktif dan sikap saling menghormati menjadi kunci dalam membangun Samarinda yang harmonis,” tuturnya.
Dalam konteks pembangunan, Ronal turut menekankan pentingnya keadilan sosial sebagai implementasi nyata nilai Pancasila. Ia mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar memastikan seluruh kebijakan dan layanan publik dapat dirasakan secara merata tanpa diskriminasi.
Sektor pendidikan, menurutnya, menjadi salah satu tolok ukur utama dalam mewujudkan keadilan tersebut. Setiap anak, tanpa terkecuali, harus memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Negara harus hadir memastikan keadilan sosial benar-benar terwujud. Pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh dibatasi oleh latar belakang apa pun,” ungkapnya.
Ia pun berharap, semangat Hari Lahir Pancasila dapat terus menjadi pengingat kolektif untuk memperkuat nilai persatuan, memperluas ruang toleransi, serta menghadirkan keadilan sosial dalam setiap lini kehidupan masyarakat di Kota Samarinda.
(ADV/DPRD Samarinda)











