Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Upaya Meningkatkan Status Desa di Kalimantan Timur: Dari Desa Berkembang ke Mandiri

badge-check


					Landscape with small village seen from above Perbesar

Landscape with small village seen from above

FASENEWS.ID – Upaya untuk meningkatkan strata desa di Kalimantan Timur menjadi fokus utama, khususnya dalam mendorong desa berkembang untuk naik ke status desa maju dan mandiri.

Ada 339 desa yang saat ini berstatus berkembang dan 349 desa yang berstatus maju.

Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda, menjelaskan bahwa mereka berupaya mendorong desa-desa untuk terus meningkatkan strata mereka.

Menurut Aswanda, peningkatan ini bergantung pada sejumlah faktor penting, seperti infrastruktur jalan dan fasilitas desa.

Indikator-indikator ini juga menjadi aspek utama dalam penilaian strata desa.

Ia menyatakan bahwa untuk mencapai status desa berkembang dan mandiri, perlu ada peningkatan pada tiga indeks utama: ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Aswanda menekankan harapannya bahwa beberapa desa berkembang dapat langsung naik ke status desa mandiri tanpa harus melewati tahapan sebagai desa maju.

Sangat penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan harian dan dalam proses pembangunan desa.

Namun, ada beberapa hambatan, seperti kurangnya pemahaman di tingkat desa mengenai pengisian Indeks Desa Membangun (IDM).

Contohnya, desa yang tidak memiliki sekolah dianggap tidak memenuhi kriteria, meskipun sekolah tersedia di desa tetangga. Hal ini memengaruhi perhitungan IDM dan dapat menghambat kemajuan strata.

“Misal kalau 1 desa memiliki 1 sekolah, nanti yang bersekolah siapa? Jumlah anak tidak banyak, kami juga membantu memberikan penjelasan kepada desa yang belum paham bagaimana mengisi IDM,” terangnya.

Mulai dari awal tahun, DPMPD Kaltim telah melakukan pemetaan terhadap beberapa aspek yang berpotensi mendukung peningkatan strata desa dengan cara yang signifikan.

Keberadaan relawan tanggap bencana dan rambu-rambu evakuasi, yang sering dianggap sepele, ternyata memainkan peran penting dalam evaluasi strata desa.

“Misalnya, rambu penunjuk lokasi aman saat gempa atau area rawan longsor juga masuk dalam indikator IDM,” ungkapnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lain, seperti pasar desa.

Jika pasar desa berada di desa tetangga, hal ini tetap dapat memberikan dukungan bagi desa lain dan mengangkat status desa melalui kolaborasi antar desa.

“Kerja sama semacam ini menjadi poin penting dalam penilaian peningkatan strata desa di Kalimantan Timur,” tuturnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial