Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Upaya Meningkatkan Status Desa di Kalimantan Timur: Dari Desa Berkembang ke Mandiri

badge-check


					Landscape with small village seen from above Perbesar

Landscape with small village seen from above

FASENEWS.ID – Upaya untuk meningkatkan strata desa di Kalimantan Timur menjadi fokus utama, khususnya dalam mendorong desa berkembang untuk naik ke status desa maju dan mandiri.

Ada 339 desa yang saat ini berstatus berkembang dan 349 desa yang berstatus maju.

Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda, menjelaskan bahwa mereka berupaya mendorong desa-desa untuk terus meningkatkan strata mereka.

Menurut Aswanda, peningkatan ini bergantung pada sejumlah faktor penting, seperti infrastruktur jalan dan fasilitas desa.

Indikator-indikator ini juga menjadi aspek utama dalam penilaian strata desa.

Ia menyatakan bahwa untuk mencapai status desa berkembang dan mandiri, perlu ada peningkatan pada tiga indeks utama: ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Aswanda menekankan harapannya bahwa beberapa desa berkembang dapat langsung naik ke status desa mandiri tanpa harus melewati tahapan sebagai desa maju.

Sangat penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan harian dan dalam proses pembangunan desa.

Namun, ada beberapa hambatan, seperti kurangnya pemahaman di tingkat desa mengenai pengisian Indeks Desa Membangun (IDM).

Contohnya, desa yang tidak memiliki sekolah dianggap tidak memenuhi kriteria, meskipun sekolah tersedia di desa tetangga. Hal ini memengaruhi perhitungan IDM dan dapat menghambat kemajuan strata.

“Misal kalau 1 desa memiliki 1 sekolah, nanti yang bersekolah siapa? Jumlah anak tidak banyak, kami juga membantu memberikan penjelasan kepada desa yang belum paham bagaimana mengisi IDM,” terangnya.

Mulai dari awal tahun, DPMPD Kaltim telah melakukan pemetaan terhadap beberapa aspek yang berpotensi mendukung peningkatan strata desa dengan cara yang signifikan.

Keberadaan relawan tanggap bencana dan rambu-rambu evakuasi, yang sering dianggap sepele, ternyata memainkan peran penting dalam evaluasi strata desa.

“Misalnya, rambu penunjuk lokasi aman saat gempa atau area rawan longsor juga masuk dalam indikator IDM,” ungkapnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lain, seperti pasar desa.

Jika pasar desa berada di desa tetangga, hal ini tetap dapat memberikan dukungan bagi desa lain dan mengangkat status desa melalui kolaborasi antar desa.

“Kerja sama semacam ini menjadi poin penting dalam penilaian peningkatan strata desa di Kalimantan Timur,” tuturnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial