Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Transisi Pemerintahan Uji Konsistensi Program Gratis Pol, Novan Ajak Publik Pahami Prosesnya

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : Ist)

SAMARINDA – Program Gratis Pol yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tengah menghadapi tantangan dalam masa transisi pemerintahan.

Meski menjadi harapan besar masyarakat, pelaksanaan program ini menuai kritik, terutama terkait pembatasan usia penerima manfaat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengingatkan publik bahwa setiap kebijakan memerlukan proses dan tidak bisa langsung diterapkan secara instan.

“Program ini masih dalam tahap finalisasi. Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum juga masih dalam proses asistensi di Kementerian Dalam Negeri,” jelas Novan.

Menurutnya, hambatan utama bukan terletak pada niat politik, tetapi karena masih mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) pemerintahan sebelumnya. Revisi terhadap RPJMD memerlukan prosedur formal serta persetujuan dari DPRD Provinsi.

“Gubernur dan Wakil Gubernur baru tetap harus mengikuti arah kebijakan jangka menengah yang sudah ditetapkan. Proses revisi ini tidak bisa dilakukan sembarangan, perlu tahapan dan kesepakatan politik,” tambahnya.

Menanggapi kritik terkait batasan usia dalam program Gratis Pol Pendidikan, Novan menegaskan bahwa hal tersebut bukan bentuk diskriminasi, melainkan strategi untuk memfokuskan manfaat kepada kelompok usia produktif yang dinilai paling strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Ini bukan soal mengecualikan, tetapi soal fokus sasaran. Pemerintah ingin menyiapkan generasi emas, dan itu dimulai dari kelompok usia yang paling potensial secara pendidikan,” ungkapnya.

Di tengah dinamika kebijakan ini, Novan meminta masyarakat untuk bersabar dan memberi waktu bagi pemerintah provinsi menyempurnakan seluruh tahapan implementasi. Ia menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas dan akan mulai dijalankan dalam 100 hari kerja kepala daerah.

“Janji kampanye tetap menjadi komitmen. Kita hanya perlu menunggu penyelesaian proses administratif dan teknokratis, agar pelaksanaannya bisa maksimal,” tutup Novan.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial