SAMARINDA – Wacana revitalisasi total Pasar Segiri dengan estimasi anggaran mencapai Rp200 miliar mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Samarinda. Rencana ambisius tersebut dinilai perlu dikaji secara komprehensif agar tidak menjadi beban bagi keuangan daerah di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menegaskan bahwa penataan pasar memang memiliki urgensi tinggi dalam mendukung estetika kota sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan proyek berskala besar harus tetap berpijak pada kemampuan fiskal yang realistis dan berkelanjutan.
“Pembangunan pasar memang penting, tetapi pemerintah tetap harus menyesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran daerah sebelum proyek dijalankan,”bebernya.
Menurut Arif, pemerintah dituntut bersikap selektif dan strategis dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia menilai masih terdapat sejumlah program krusial yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya penanganan banjir yang selama ini menjadi isu utama di Kota Samarinda.
Dalam pandangannya, percepatan revitalisasi Pasar Segiri sebaiknya tidak dilakukan secara tergesa-gesa apabila kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya mendukung.
Pendekatan yang terukur dan berbasis prioritas dinilai menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan selaras tanpa mengorbankan sektor vital lainnya.
Lebih jauh, politisi PKS tersebut mendorong pemerintah kota untuk membuka ruang inovasi pembiayaan melalui skema alternatif, seperti kerja sama investasi dengan pihak ketiga. Model Build Operate Transfer (BOT), misalnya, dinilai dapat menjadi opsi strategis guna mengurangi tekanan terhadap APBD.
“Kalau kemampuan APBD terbatas, bisa dicari alternatif pembiayaan lain supaya tidak terlalu membebani keuangan daerah,” katanya.
Di sisi lain, Arif juga menyoroti optimalisasi Pasar Pagi Samarinda yang telah lebih dahulu direvitalisasi namun dinilai belum berfungsi secara maksimal.
Keberadaan kios kosong serta sejumlah persoalan teknis disebut masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan agar aktivitas perdagangan dapat tumbuh lebih dinamis.
Ia menambahkan, hingga saat ini DPRD Samarinda belum menerima pemaparan resmi terkait konsep detail maupun tahapan pelaksanaan revitalisasi Pasar Segiri dari pemerintah kota.
Meski demikian, pihaknya memahami bahwa rencana tersebut diarahkan untuk menghadirkan kawasan pasar yang lebih tertata, modern, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Dengan pendekatan yang matang dan strategi pembiayaan yang adaptif, revitalisasi Pasar Segiri diharapkan tidak hanya menjadi simbol pembaruan infrastruktur, tetapi juga mampu memperkuat fondasi ekonomi kota secara berkelanjutan.
(ADV/DPRD Samarinda)











