Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Pembangunan Chinatown Samarinda Harus Libatkan Komunitas dan Tawarkan Dampak Ekonomi Nyata

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Rencana pembangunan kawasan wisata tematik Chinatown di Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari DPRD.

Meski mendukung pengembangan pariwisata, Anggota Komisi III DPRD, M. Andriansyah, menegaskan bahwa proyek seperti ini tidak boleh hanya berorientasi pada tampilan fisik atau estetika, tetapi harus dirancang dengan konsep yang matang dan berkelanjutan.

“Kalau ingin membangun Chinatown, harus jelas dulu identitas budaya yang ingin ditampilkan, siapa pelaku utamanya, serta bagaimana dampaknya bagi ekonomi lokal. Jangan sampai ini hanya jadi proyek simbolik yang minim manfaat,” tegasnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan kawasan tematik seperti Chinatown bergantung pada keaslian budaya dan keterlibatan komunitas, khususnya masyarakat Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan ekonomi Samarinda.

“Chinatown di kota-kota lain tumbuh karena menghidupkan potensi komunitas yang memang sudah ada. Bukan sekadar membangun replika bangunan bergaya oriental,” katanya.

Andriansyah juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk berdialog langsung dengan komunitas Tionghoa, pelaku UMKM, dan seniman budaya lokal sebelum melangkah lebih jauh. Menurutnya, jika dirancang dengan benar, kawasan ini bisa menjadi motor ekonomi baru bagi kota.

“Bukan hanya soal menambah destinasi wisata, tapi bagaimana ini bisa menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Samarinda perlu mulai bergerak meninggalkan ketergantungan pada sektor ekstraktif. Untuk itu, pariwisata tematik seperti Chinatown bisa menjadi alternatif, asal dibangun di atas fondasi sosial dan ekonomi yang kuat.

“Kita perlu wajah ekonomi baru untuk Samarinda. Tapi jangan buru-buru. Rancang dulu dengan cermat, libatkan masyarakat, baru bangun,” tukasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial