Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Kolaborasi untuk Pengembangan Posyandu Bersama DPMPD Kaltim, Desa Tanah Datar Prioritaskan Pencegahan Stunting

badge-check


					Kolase Kegiatan Posyandu Terintegrasi di Desa Tanah Datar Kukar dengan Roslindawaty, Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat DPMPD Kaltim/ kolase oleh fasenews.id Perbesar

Kolase Kegiatan Posyandu Terintegrasi di Desa Tanah Datar Kukar dengan Roslindawaty, Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat DPMPD Kaltim/ kolase oleh fasenews.id

FASENEWS.ID – Kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui DPMPD Kaltim dan pemerintah desa membuka peluang besar untuk mempercepat inovasi di berbagai sektor, salah satunya pengembangan Posyandu.

Posyandu kini tak hanya menjadi layanan kesehatan balita, tetapi juga inovasi yang menjangkau remaja hingga lansia dengan jadwal yang lebih fleksibel.

Roslindawaty, Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat DPMPD Kaltim, mengungkapkan bahwa pendekatan baru ini telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Ada inovasi-inovasi untuk menarik warga agar rutin memeriksakan kesehatan. Jadwal Posyandu kini menyesuaikan kebutuhan, termasuk untuk remaja dan lansia,” ungkap perempuan yang biasa disapa Ros.

Soal pengembangan Posyandu, Desa Tanah Datar di Kutai Kartanegara menjadi salah satu desa yang memanfaatkan program ini secara maksimal.

Anwar, Kepala Desa Tanah Datar, mengatakan dukungan intensif melalui DPMPD sebagai pembina desa memberi dampak signifikan pada pembangunan desa.

“Pendampingan yang diberikan sangat membantu kami mengembangkan potensi desa. Program kami kini lebih terarah dan berfokus pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Anwar menuturkan, pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi prioritas utama melalui Posyandu terintegrasi. Posyandu juga memberikan konseling gizi, dan penyediaan makanan sehat bagi balita.

Tak hanya itu, layanan untuk ibu hamil dan menyusui juga ditingkatkan demi memastikan kesehatan generasi mendatang.

“Kami berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik, terutama bagi ibu dan anak, guna menurunkan angka stunting di desa kami,” pungkasnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial