Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Generasi Muda Dituntut Adaptif, DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Pelajar Hadapi Persaingan Global

badge-check


					Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Foto : Ist)

SAMARINDA- Di tengah laju transformasi digital yang kian akseleratif, generasi muda dituntut tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam peta persaingan global yang semakin terbuka.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pentingnya kesiapan pelajar dalam merespons perubahan zaman yang bergerak dinamis dan kompetitif.

Menurut Ismail, perkembangan teknologi telah menggeser batas-batas persaingan yang sebelumnya bersifat lokal menjadi lintas wilayah, bahkan lintas negara. Kondisi ini, kata dia, menempatkan pelajar Samarinda dalam arena kompetisi yang jauh lebih luas dan menantang.

“Keseriusan dalam belajar menjadi kunci utama. Kita sudah berada di era digital, di mana persaingan tidak lagi terbatas di tingkat kota, tetapi meluas hingga nasional dan internasional,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).

Ia memandang, penguatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak dini. Pelajar didorong untuk tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga mengasah beragam keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dalam lanskap global yang terus berubah, kemampuan adaptasi dan penguasaan multi-skill menjadi nilai tambah yang tidak terelakkan.

Ismail menilai, dalam rentang dua hingga tiga dekade mendatang, kompleksitas tantangan akan semakin meningkat.

Oleh karena itu, generasi muda dituntut memiliki spektrum kecerdasan yang lebih luas, mulai dari kemampuan berpikir kritis, komunikasi, hingga kecakapan teknologi.

“Ke depan, dunia kerja membutuhkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang beragam. Itu harus dipersiapkan sejak sekarang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Keterlibatan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, hingga aktivitas sosial dinilai menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan berinteraksi.

“Sekolah memang fondasi, tetapi bukan satu-satunya ruang belajar. Pengalaman di luar kelas justru memperkaya kemampuan dan membentuk kepribadian,” katanya.

Di sisi lain, Ismail juga mengingatkan bahwa arus masuk tenaga kerja dari luar daerah hingga mancanegara merupakan keniscayaan di era globalisasi. Hal tersebut menuntut generasi muda lokal untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal dalam kompetisi.

“Persaingan ke depan semakin terbuka. Kita tidak bisa menutup diri dari luar, sehingga satu-satunya jalan adalah meningkatkan kualitas agar mampu bersaing,”tutupnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial