SAMARINDA- Di tengah laju transformasi digital yang kian akseleratif, generasi muda dituntut tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam peta persaingan global yang semakin terbuka.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pentingnya kesiapan pelajar dalam merespons perubahan zaman yang bergerak dinamis dan kompetitif.
Menurut Ismail, perkembangan teknologi telah menggeser batas-batas persaingan yang sebelumnya bersifat lokal menjadi lintas wilayah, bahkan lintas negara. Kondisi ini, kata dia, menempatkan pelajar Samarinda dalam arena kompetisi yang jauh lebih luas dan menantang.
“Keseriusan dalam belajar menjadi kunci utama. Kita sudah berada di era digital, di mana persaingan tidak lagi terbatas di tingkat kota, tetapi meluas hingga nasional dan internasional,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).
Ia memandang, penguatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak dini. Pelajar didorong untuk tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga mengasah beragam keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dalam lanskap global yang terus berubah, kemampuan adaptasi dan penguasaan multi-skill menjadi nilai tambah yang tidak terelakkan.
Ismail menilai, dalam rentang dua hingga tiga dekade mendatang, kompleksitas tantangan akan semakin meningkat.
Oleh karena itu, generasi muda dituntut memiliki spektrum kecerdasan yang lebih luas, mulai dari kemampuan berpikir kritis, komunikasi, hingga kecakapan teknologi.
“Ke depan, dunia kerja membutuhkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang beragam. Itu harus dipersiapkan sejak sekarang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Keterlibatan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, hingga aktivitas sosial dinilai menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan berinteraksi.
“Sekolah memang fondasi, tetapi bukan satu-satunya ruang belajar. Pengalaman di luar kelas justru memperkaya kemampuan dan membentuk kepribadian,” katanya.
Di sisi lain, Ismail juga mengingatkan bahwa arus masuk tenaga kerja dari luar daerah hingga mancanegara merupakan keniscayaan di era globalisasi. Hal tersebut menuntut generasi muda lokal untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal dalam kompetisi.
“Persaingan ke depan semakin terbuka. Kita tidak bisa menutup diri dari luar, sehingga satu-satunya jalan adalah meningkatkan kualitas agar mampu bersaing,”tutupnya.
(ADV/DPRD Samarinda)











