Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Daerah

Dukung Basri Rase-Najirah, PHM Siap Antar 17 Ribu KTP Ke KPU Bontang

badge-check


					Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) siap boyong 17 ribu KTP dukungan untuk Basri Rase-Najirah ke KPU Bontang Perbesar

Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) siap boyong 17 ribu KTP dukungan untuk Basri Rase-Najirah ke KPU Bontang

BONTANG, Fasenews.id – Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) siap memboyong sebanyak tujuh belas ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dukungan ke KPU Bontang.

Puluhan ribu KTP ini di kumpulkan PHM yang di komandoi Udin Mulyono, guna mendaftarkan Basri Rase dan Najirah melalui jalur independen pada Sabtu 11 Mei 2024 mendatang.

Ketua PHM Pusat Udin Mulyono mengatakan, ada 17 ribu dukungan yang berhasil dikumpulkan relawan. Jumlah itu sudah mencukupi batas minimal mencalonkan jagonya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Bontang.

“Kami berserta relawan kurang lebih 150 orang akan mengantarkan KTP itu ke KPU,” ucap Udin Mulyono.

Langkah PHM ini disebut-sebut sudah mendapat restu dari Basri dan Najirah. Pasangan petahana ini justru merespon baik atas inisiatif PHM.

Udin Mulyono juga memastikan langkah independen masih sangat potensial, dan menjadi alternatif saat keduanya tidak mendapat restu dari masing-masing Parpol.

“Sudah saya sampaikan ke keduanya. Kita siap mencalonkan Basri dan Najirah maju Independen,” sambungnya.

Udin Mulyono yang kerap disapa haji Udin juga mengklaim semua KTP yang terkumpul murni diminta secara sukarela ke masyarakat.

“Tidak ada uang seperpun yang kami diberikan, ini murni masyarakat yang ingin pak Basri dan ibu Najirah kembali duduk jadi wali dan wawali kota Bontang,” pungkas haji Udin.

Alasan PHM mengusung keduanya maju jalur independen. Pertama untuk memangkas adanya indikasi permainan partai politik.

Hal itu terbukti dengan kencangnya dinamika internal Parpol keduanya, yaitu PKB dan PDI Perjuangan. Seharusnya, kedua partai itu tidak perlu berfikir panjang untuk mengeluarkan rekomendasi. Apalagi status keduanya adalah petahana.

Udin Mulyono khawatir gejolak dan ketidakpastian itu berujung pada ‘jual beli’ tiket rekomendasi oleh partai politik. Dalam bahasa awam biasanya praktik ini disebut ‘uang perahu’ untuk berlayar di pemilu.

“Ini langkah antisipasi. Kalau belum ada rekomendasi Parpol. Basri-Najirah tetap bisa maju jalur Independen,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi

26 April 2026 - 09:04 WITA

Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan

26 April 2026 - 08:41 WITA

Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan

24 April 2026 - 09:05 WITA

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214

24 April 2026 - 03:10 WITA

Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

22 April 2026 - 16:12 WITA

Trending on Politik