Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti Minimnya Dukungan untuk Relawan Tanggap Bencana

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda menyoroti kurangnya dukungan nyata terhadap program Relawan Kelurahan Tanggap Bencana.

Minimnya fasilitas dan pelatihan dinilai bisa membahayakan para relawan dan menghambat upaya penyelamatan saat terjadi bencana.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menyatakan bahwa keberadaan relawan sangat penting di garis depan penanganan bencana di tingkat kelurahan. Namun hingga pertengahan 2025, dukungan pemerintah terhadap mereka masih jauh dari memadai.

“Relawan tidak bisa hanya diberi SK (Surat Keputusan), mereka perlu pembekalan dan perlengkapan standar seperti helm, rompi, dan alat evakuasi. Ini menyangkut keselamatan,” ujar Andriansyah.

Ia menambahkan bahwa relawan kerap turun ke lapangan dalam kondisi darurat seperti banjir, longsor, atau kebakaran, tanpa perlengkapan dan pelatihan yang layak.

Bahkan, kondisi ini membuat mereka rentan, padahal tugas mereka sangat krusial dalam menyelamatkan warga dan meminimalkan dampak bencana.

Lebih dari itu, ia juga mendorong agar Pemkot Samarinda mengintegrasikan edukasi kebencanaan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, organisasi sosial, hingga sekolah-sekolah.

“Kesadaran siaga bencana itu tidak bisa dibangun secara instan. Harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari keluarga lalu ditumbuhkan dalam komunitas,” tuturnya.

Andriansyah menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana seharusnya menjadi kebijakan yang strategis, bukan hanya kegiatan formalitas semata. Ia mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap kesiapan kelurahan dalam menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Kita tidak boleh hanya reaktif saat bencana terjadi. Penanganan bencana harus dimulai dari kesiapan dan pencegahan,” tambahnya.

Komisi III DPRD Samarinda, kata Andriansyah, akan terus mendorong Pemkot agar memperkuat regulasi penanggulangan bencana dan memastikan anggaran tersedia untuk mendukung operasional relawan secara berkelanjutan.

“Relawan perlu didukung secara konkret, baik lewat kebijakan, pelatihan rutin, maupun pengadaan alat yang memadai. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial