Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemakaman Layak dan Terjangkau untuk Semua Warga

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Masalah keterbatasan lahan pemakaman dan tingginya biaya layanan swasta menjadi sorotan serius DPRD Kota Samarinda. Kondisi ini dianggap menyulitkan warga, terutama mereka yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan bahwa banyak keluhan dari masyarakat mengenai tarif pemakaman di lahan swasta yang kini mencapai Rp4 juta hingga Rp7 juta per jenazah.

“Ini sangat memberatkan, apalagi saat keluarga sedang dalam situasi berduka. Kami tidak bisa tinggal diam melihat beban ini terus menimpa masyarakat,” ujar Samri.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, DPRD sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemakaman. Raperda ini dirancang untuk menciptakan sistem pemakaman yang adil, manusiawi, dan tidak memberatkan warga.

Salah satu poin penting yang diusulkan dalam Raperda adalah ketentuan batas minimal lahan pemakaman yang boleh dikelola pihak swasta, yakni seluas tiga hektare.

Langkah ini diambil untuk mencegah praktik pengelolaan pemakaman di lahan sempit yang kerap menimbulkan konflik, terutama di kawasan padat penduduk.

DPRD juga menargetkan pembangunan pemakaman umum di setiap kecamatan, agar masyarakat tidak perlu mencari lokasi pemakaman jauh dari tempat tinggal mereka. Pemanfaatan aset milik pemerintah daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap wilayah.

“Yang kami perjuangkan adalah agar masyarakat punya pilihan yang waja mulai dari sisi lokasi, biaya, hingga pengelolaan. Kematian tidak seharusnya menjadi komoditas. Negara harus hadir hingga di akhir kehidupan warganya,” tegas Samri.

DPRD Samarinda berharap proses implementasi bisa segera dilakukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial