Menu

Dark Mode
Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemakaman Layak dan Terjangkau untuk Semua Warga

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Masalah keterbatasan lahan pemakaman dan tingginya biaya layanan swasta menjadi sorotan serius DPRD Kota Samarinda. Kondisi ini dianggap menyulitkan warga, terutama mereka yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan bahwa banyak keluhan dari masyarakat mengenai tarif pemakaman di lahan swasta yang kini mencapai Rp4 juta hingga Rp7 juta per jenazah.

“Ini sangat memberatkan, apalagi saat keluarga sedang dalam situasi berduka. Kami tidak bisa tinggal diam melihat beban ini terus menimpa masyarakat,” ujar Samri.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, DPRD sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemakaman. Raperda ini dirancang untuk menciptakan sistem pemakaman yang adil, manusiawi, dan tidak memberatkan warga.

Salah satu poin penting yang diusulkan dalam Raperda adalah ketentuan batas minimal lahan pemakaman yang boleh dikelola pihak swasta, yakni seluas tiga hektare.

Langkah ini diambil untuk mencegah praktik pengelolaan pemakaman di lahan sempit yang kerap menimbulkan konflik, terutama di kawasan padat penduduk.

DPRD juga menargetkan pembangunan pemakaman umum di setiap kecamatan, agar masyarakat tidak perlu mencari lokasi pemakaman jauh dari tempat tinggal mereka. Pemanfaatan aset milik pemerintah daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap wilayah.

“Yang kami perjuangkan adalah agar masyarakat punya pilihan yang waja mulai dari sisi lokasi, biaya, hingga pengelolaan. Kematian tidak seharusnya menjadi komoditas. Negara harus hadir hingga di akhir kehidupan warganya,” tegas Samri.

DPRD Samarinda berharap proses implementasi bisa segera dilakukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota

20 July 2026 - 05:22 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan

18 July 2026 - 05:07 WITA

Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

17 July 2026 - 05:00 WITA

Soroti SPMB, Anhar Minta Pemerintah Berhenti Sekadar Mengganti Sistem

17 July 2026 - 04:57 WITA

Bukan Sekadar “Pak Ogah”, DPRD Dorong Relawan Lalin Naik Kelas

17 July 2026 - 04:14 WITA

Trending on Advertorial