Menu

Dark Mode
Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

Advertorial

DPMPD Kaltim Ambil Inspirasi dari Gerbang Desa Jawa Barat untuk Mendorong Perubahan di Kaltim

badge-check


					Potret kegiatan Benchmarking yang dihadiri DPMPD Kaltim di Bandung, Jawa Barat/Foto: HO Perbesar

Potret kegiatan Benchmarking yang dihadiri DPMPD Kaltim di Bandung, Jawa Barat/Foto: HO

FASENEWS.ID – Program Gerbang Desa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, mencakup peningkatan ekonomi desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Melalui pelatihan untuk tenaga pendamping desa yang profesional, serta pengembangan Posyandu dengan kualitas layanan yang mendukung ketahanan keluarga dan kualitas sumber daya manusia.

Dicky Saromi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, menjelaskan berbagai inovasi dalam program “Gerbang Desa” selama kegiatan benchmarking yang dihadiri oleh DPMPD Kalimantan Timur di Bandung pada 28 Oktober 2024.

Terdapat 12 langkah strategis dalam program ini yang dirancang untuk mendukung kemandirian desa dan mempercepat proses pembangunan serta pemberdayaan desa.

Dicky Saromi menyatakan bahwa program Gerbang Desa mengedepankan pemberdayaan yang berfokus pada potensi lokal desa, salah satunya dengan inisiatif “Satu Desa Satu BUMDes,” yang telah mendirikan lebih dari 5.000 BUMDes di berbagai desa.

“Program ini bertujuan agar setiap desa memiliki unit usaha mandiri yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dicky mengungkapkan bahwa langkah inovasi lainnya melibatkan perekrutan tenaga pendamping profesional dan Patriot Desa yang berperan dalam mempercepat pengembangan usaha di desa.

Program “Sekolah Desa Juara” dan “Patriot Desa” juga mendapatkan perhatian khusus.

Diharapkan melalui inisiatif ini, gaji petugas desa dapat berada di atas upah minimum regional (UMR), yang akan mendukung motivasi serta kinerja mereka dalam melayani masyarakat.

Output dari inovasi ini terlihat melalui peningkatan yang signifikan dalam jumlah desa mandiri serta penurunan desa tertinggal di Jawa Barat.

Di bidang pelayanan sosial dasar, kapasitas Posyandu Juara yang meningkat dan berfungsi mendukung ketahanan keluarga serta kesehatan masyarakat menjadi bagian integral dari keberhasilan Gerbang Desa.

“Gerbang Desa adalah contoh nyata bagaimana kami memaksimalkan potensi lokal untuk mengubah desa menjadi pusat ekonomi mandiri,” ungkap Dicky.

Dicky menegaskan bahwa kerja sama antar sektor merupakan kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Beberapa kebijakan yang bisa diimplementasikan termasuk bantuan khusus yang akan diberikan tanpa melihat status desa, dengan harapan dapat menciptakan keadilan dan pemerataan pembangunan.

Di antara terobosan penting yang diusulkan adalah pendirian “Gerai Berdesa,” suatu unit pelayanan yang berfungsi sebagai organisasi pembelajaran.

Gerai ini akan mengumpulkan berbagai inovasi dari perangkat daerah dan memanfaatkan CSR serta dana pengabdian perguruan tinggi untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh desa.

“Pembangunan desa tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga memerlukan kreativitas dan trust antar pihak,” tambah Dicky.

DPMPD Kaltim menunjukkan kekaguman terhadap beragam inovasi yang dihadirkan oleh DPMD Jawa Barat melalui Program Gerbang Desa.

Eka Kurniati, Sekretaris DPMPD Kaltim, menyatakan bahwa program ini mencerminkan upaya konkret untuk memberdayakan desa dan menjadikannya sebagai pusat ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Eka berpendapat bahwa keberhasilan ini dapat menjadi motivasi berharga bagi Kaltim dalam melaksanakan program sejenis untuk memperkuat pemberdayaan desa di kawasan tersebut.

Pihaknya sangat berharap bahwa kerja sama dan pertukaran pengalaman ini akan terus berlangsung di masa mendatang.

“Semoga sinergi antara DPMPD Kaltim dan DPMD Jawa Barat dapat memperkaya strategi pembangunan desa di Kaltim, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat desa,” ujar Eka. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial