Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Daerah

Di TMP Samarinda, Ada Massa Deklarasi Relawan Kotak Kosong! Sebut Soal Kegagalan Partai Politik 

badge-check


					Pihak dari Relawan Kotak Kosong saat diwawancara di TMP Samarinda, Sabtu (2/8/2024)/ Foto: Fasenews.id Perbesar

Pihak dari Relawan Kotak Kosong saat diwawancara di TMP Samarinda, Sabtu (2/8/2024)/ Foto: Fasenews.id

Fasenews.id –  Bertempat di Taman Makam Pahlawan Samarinda, puluhan orang mengenakan baju hitam gelar deklarasi “Relawan Kotak Kosong”, Sabtu (3/8/2024).

Saat tim redaksi datang ke lokasi, terlihat ada beberapa pria sudah mengenakan kaos oblong berwarna hitam, dengan tulisan di dada “Kotak Kosong”.

Saat itu, salah seorang pria tengah membacakan sebuah petisi sehubungan dengan dilakukannya Deklarasi Relawan Kotak Kosong itu.

“Bahwa sistem pilkada dipilih langsung oleh rakyat adalah cara terbaik untuk melakukan seleksi kepemimpinan daerah, maka berbagai upaya untuk mengurangi hakekat dari sistem pemilihan langsung secara murni ini haruslah dicegah karena bertentangan dengan hati nurani rakyat,” demikian sebagaimana dibacakan.

Lebih lanjut, dalam rilisnya kepada media, Humas dari Relawan Kotak Kosong, Edi Susanto sampaikan bahwa jika kotak kosong benar-benar terjadi dalam Pilkada Serentak di Kaltim pada 2024 ini, maka bisa dinilai bahwa partai politik gagal dalam memberikan pilihan kepala daerah kepada rakyat,

“Selain itu, juga tanda mundurnya proses demokrasi di kaltim sebagai calon Ibukota Negara,” ucapnya.

Eko Susanto pun sampaikan bahwa pihaknya meminta agar kotak kosong tak terjadi di Kaltim.

“Hentikan fenomena Bencana Demokrasi calon tunggal yang menjadi pilihan kandidat

untuk menang pilkada. Pemimpin yang dihasilkan dari calon tunggal tidak sebanding dengan biaya pilkada,” ucapnya.

Di akhir, ia mengajak masyarakat untuk turut serta aktif mengawasi jalannya pelaksanaan Pemilu termasuk tahapan penghitungan agar tidak terjadi manipulasi penghitungan suara. (as) 

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

MUNAS IKA UNMUL 2026: Agus Suwandy Terpilih Aklamasi

25 May 2026 - 10:48 WITA

Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi

26 April 2026 - 09:04 WITA

Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan

26 April 2026 - 08:41 WITA

Trending on Daerah