Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Banjir Belum Terkendali, Komisi III DPRD Samarinda Desak PUPR Bertindak Lebih Terpadu

badge-check


					Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (Foto : Ist)

SAMARINDA – Hujan deras yang kembali mengguyur Kota Samarinda dalam beberapa waktu terakhir kembali mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

Kondisi ini memantik perhatian Komisi III DPRD Kota Samarinda, yang menilai penanganan banjir oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih jauh dari harapan.

Ketua Komisi III DPRD, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa permasalahan banjir harus dipandang sebagai isu strategis dan mendesak.

Ia menyoroti belum maksimalnya kinerja PUPR, yang menurutnya belum mengelola secara proporsional enam bidang kerja yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk pengendalian banjir.

“Penanganan banjir harus masuk dalam prioritas utama. Ini bukan isu baru, dan setiap tahun selalu berulang. Artinya, ada yang belum dilakukan secara menyeluruh,” ujar Deni.

Ia menilai bahwa pendekatan yang dilakukan selama ini cenderung sporadis dan belum dibarengi dengan rencana jangka panjang yang menyeluruh.

Karena itu, Deni mendorong penyusunan masterplan mitigasi banjir berbasis desain ramah lingkungan (green design), sebagai panduan utama pembangunan infrastruktur dan tata ruang kota.

“Tanpa arah pembangunan yang jelas dan menyatu dalam satu peta jalan, penanganan di lapangan hanya jadi proyek musiman tanpa dampak signifikan. Kita butuh perencanaan lintas tahun, bukan solusi tambal sulam,” tegasnya.

Deni juga menggarisbawahi perlunya koordinasi lintas sektor, termasuk pemetaan menyeluruh terhadap kawasan-kawasan yang rawan banjir.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif antarlembaga menjadi syarat penting untuk menciptakan penanganan yang efektif dan berkelanjutan.

“Kita butuh aksi nyata dan konsistensi, bukan janji manis. Masyarakat sudah lelah dengan kondisi ini. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret, bukan hanya reaksi sesaat setelah banjir terjadi,” tambahnya.

Ia pun berharap PUPR segera meningkatkan sinergi dan fokus kerja di lapangan agar pengendalian banjir di Samarinda tak lagi menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial