Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Digitalisasi Pendidikan Samarinda Diminta Berpijak pada Kesiapan Infrastruktur

badge-check


					Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Foto : MR) Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Foto : MR)

SAMARINDA – Program percepatan digitalisasi pendidikan yang digulirkan Pemerintah Kota Samarinda mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Samarinda. Transformasi pembelajaran berbasis teknologi dinilai sebagai langkah progresif, namun belum sepenuhnya ditopang kesiapan infrastruktur yang merata.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa implementasi sistem pendidikan digital tidak seharusnya dilakukan secara tergesa-gesa. Ia mengingatkan pemerintah untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki fasilitas pendukung yang memadai, khususnya akses internet yang stabil dan merata.

Menurut Anhar, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan jaringan di sejumlah wilayah pinggiran kota. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan ketimpangan baru dalam dunia pendidikan, di tengah upaya mendorong modernisasi sistem pembelajaran.

“Transformasi digital di sektor pendidikan memang langkah positif. Namun pemerintah juga harus melihat kondisi riil di lapangan karena masih ada sekolah yang kesulitan mendapatkan akses internet,”bebernya.

Ia menyebut beberapa kawasan yang masih menghadapi persoalan jaringan internet, di antaranya Balai Buaya di Kelurahan Bukuan, Loa Kumbar di Kelurahan Loa Buah, serta Tanah Merah di wilayah Samarinda Utara.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus agar tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.

Lebih jauh, Anhar menilai bahwa digitalisasi pendidikan merupakan keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, terlebih dengan posisi Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

Namun demikian, pemerintah diingatkan untuk tidak sekadar mengejar citra modernisasi tanpa memastikan fondasi dasar yang kuat.

Komisi IV DPRD Samarinda juga mendorong penyusunan blueprint atau peta jalan digitalisasi pendidikan yang komprehensif, terukur, dan memiliki target capaian yang jelas. Langkah ini dianggap penting agar kebijakan yang diambil tidak bersifat simbolis, melainkan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

“Pemerintah perlu menetapkan parameter yang jelas agar program ini memiliki arah dan tidak hanya bersifat simbolis,” katanya.

Selain itu, DPRD turut menyoroti aspek pengelolaan anggaran dalam program digitalisasi pendidikan. Penggunaan dana publik diharapkan mampu menjangkau seluruh sekolah secara adil, termasuk di kawasan pinggiran yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Kami berharap digitalisasi pendidikan tidak hanya berkembang di pusat kota, sementara pelajar di daerah pinggiran justru semakin tertinggal akibat keterbatasan akses internet,” tegas Anhar.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial