SAMARINDA – Upaya mempercepat pembangunan Kota Samarinda kian diarahkan pada kolaborasi lintas sektor. DPRD Kota Samarinda mendorong keterlibatan aktif sektor perbankan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) sebagai pilar tambahan dalam mendukung pembangunan daerah.
Langkah ini dipandang strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam membangun wajah kota.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa sejumlah bank nasional yang beroperasi di Samarinda telah menikmati pertumbuhan bisnis yang signifikan. Oleh karena itu, kontribusi terhadap pembangunan daerah dinilai sebagai keniscayaan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
“Bank-bank besar mengambil keuntungan dari aktivitas usaha di Samarinda. Sudah sewajarnya mereka juga ikut berkontribusi terhadap pembangunan kota,” ujar Iswandi, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, implementasi CSR selama ini masih cenderung bersifat karitatif dengan skala terbatas. Padahal, potensi dana yang tersedia dapat diarahkan pada proyek-proyek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan taman kota, ruang terbuka publik, hingga penguatan ikon-ikon daerah.
Ia menilai, skema kolaboratif antarperbankan dapat menjadi solusi elegan dalam menghadirkan infrastruktur publik yang berkualitas tanpa memberikan tekanan berlebih pada kapasitas fiskal pemerintah daerah.
Lebih jauh, Iswandi juga membuka peluang kerja sama kreatif antara pemerintah dan sektor perbankan, termasuk dalam aspek branding proyek, selama tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku.
Pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan nilai tambah, baik dari sisi estetika kota maupun citra institusi yang terlibat.
“Pembangunan kota membutuhkan dukungan banyak pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah daerah semata,” tegasnya.
Dengan dorongan ini, DPRD Samarinda berharap sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dapat melahirkan transformasi pembangunan yang tidak hanya progresif, tetapi juga berkelanjutan dan berkelas.
(Fran/ADV)











