Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Kratom, Tanaman Endemik yang Bakal Jadi Tulang Punggung Ekonomi Baru di Kukar

badge-check


					Foto: Ilustrasi Perbesar

Foto: Ilustrasi

TENGGARONG – Tanaman kratom bakal jadi tulang punggung ekonomi baru di Kutai Kartanegara (Kukar). Tanaman endemik dilirik sebagai komoditas unggulan. Kini kratom sudah berkembang menjadi komoditas budidaya yang diolah menjadi berbagai produk, termasuk pil herbal di Kukar.

Saat ini telah ditopang lebih dari 12 ribu petani yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Kota Bangun hingga Tabang, sebagian di Loa Kulu dan Tenggarong Seberang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menilai, potensi kratom perlu dimaksimalkan melalui strategi yang tepat, mengingat komoditas ini telah berkembang luas dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dia bilang, produksi kratom di Kukar mencapai 200 hingga 300 ton per bulan. Jika diolah menjadi ekstrak, nilainya meningkat signifikan. Di pasar internasional, harga ekstrak kratom berkisar antara 2.000 hingga 3.000 dolar Amerika Serikat per kilogram, atau setara dengan harga satu unit sepeda motor di Indonesia.

Dengan asumsi produksi bersih mencapai 100 ton per tahun, potensi nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Angka ini dinilai mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi daerah.

“Ini peluang besar yang harus kita tangkap bersama. Kratom bisa menjadi komoditas ekspor unggulan Kukar jika dikelola secara maksima,” ujar Rendi Solihin.

Ia menambahkan, keberadaan ribuan petani kratom di Kukar menjadi kekuatan utama yang harus didukung dengan kebijakan dan pengelolaan yang tepat.

“Kita punya lebih dari 12 ribu petani. Ini potensi besar, tinggal bagaimana kita dorong agar nilai tambahnya bisa dinikmati masyarakat,” lanjutnya.

Selain produksi bahan mentah, Kukar juga memiliki keunggulan dalam sektor hilirisasi. Tenggarong Seberang menjadi satu-satunya wilayah di Kaltim yang telah memiliki pabrik pengolahan kratom menjadi ekstrak, yang bahkan belum dimiliki oleh daerah penghasil utama lainnya seperti Kalimantan Barat.

Keunggulan ini menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing produk kratom Kukar di pasar global. Permintaan terhadap kratom pun terus meningkat dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Thailand, hingga Republik Ceko.

“Kita sudah punya pabrik pengolahan menjadi ekstrak. Ini keunggulan Kukar yang harus terus kita dorong, karena daerah lain belum tentu memilikinya,” tegas Rendi Solihin.

Produk turunan kratom pun cukup beragam, mulai dari bahan kosmetik, farmasi, hingga campuran suplemen untuk minuman berenergi.

Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah daerah berkomitmen mendorong pengembangan industri kratom, termasuk mendukung petani dan pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Dengan pengelolaan yang tepat, kratom diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Kukar.

(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Imunisasi Campak di Kaltim Masih Jauh Dari Target Nasional

18 March 2026 - 21:20 WIB

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

15 March 2026 - 07:32 WIB

Ananda Emira Moeis: Penabrakan Jembatan Tak Sekedar Isu Infrastruktur Melainkan Juga Isu Stabilitas Ekonomi Masyarakat

12 March 2026 - 12:40 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Trending on Daerah