Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Advertorial

Iswandi : Daya Beli Anjlok, Pemerintah Tak Boleh Diam

badge-check


					Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Penurunan daya beli masyarakat di Kota Samarinda mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai sektor.

Merespons kondisi ini, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mendesak pemerintah kota untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah strategis guna mengatasi gejala pelemahan ekonomi.

“Gejala perlambatan ekonomi ini tidak bisa dianggap sepele. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret, bukan sekadar respons normatif,” tegas Iswandi.

Ia menilai, lemahnya konsumsi masyarakat tidak hanya berdampak pada pasar dan pelaku usaha, tetapi juga berisiko memicu kenaikan angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika terus dibiarkan, efek domino dari masalah ini bisa melebar ke berbagai sektor.

“Ketika pendapatan warga turun, otomatis belanja mereka juga menurun. Itu membuat pelaku usaha kesulitan bertahan, lalu ujungnya PHK. Ini harus dicegah sedini mungkin,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mendorong agar Pemerintah Kota mempercepat intervensi ekonomi rakyat, seperti program pemberdayaan UMKM, pelatihan kerja, serta perlindungan sosial yang menyentuh masyarakat rentan.

“Program-program untuk menopang ekonomi kerakyatan jangan hanya jadi wacana. Pemerintah harus punya peta jalan yang jelas, jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.

Meski menyadari bahwa krisis ekonomi nasional hingga global turut memengaruhi situasi lokal, Iswandi menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam melindungi daya beli masyarakat.

“Memang tidak semua bisa dikendalikan dari daerah, tapi dampaknya nyata di lapangan. Maka perlu langkah antisipatif agar kita tidak terjebak dalam krisis yang lebih dalam,” tutupnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WIB

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WIB

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WIB

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WIB

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WIB

Trending on Advertorial