Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Fasilitas Minim dan Andalkan Swasta, DPRD Nilai Pemkot Belum Serius Tangani Masalah Sosial

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : MR) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : MR)

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyoroti lemahnya peran Pemerintah Kota dalam menangani persoalan sosial, khususnya terkait anak jalanan dan warga terlantar.

Penanganan yang ada dinilai belum terstruktur dan masih terlalu bergantung pada peran lembaga swasta maupun yayasan milik provinsi.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan hingga saat ini belum ada rumah singgah representatif milik Pemkot yang benar-benar berfungsi secara permanen. Penanganan yang dilakukan pun cenderung bersifat sementara dan tidak berkelanjutan.

“Yang terjadi sekarang adalah penanganan tambal sulam. Selebihnya, diserahkan ke yayasan milik provinsi. Padahal, ini tanggung jawab pemerintah kota,” tegas Novan.

Menurutnya, ketiadaan infrastruktur sosial milik Pemkot, termasuk rumah rehabilitasi, menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan dan pemberdayaan kelompok rentan. Akibatnya, proses pendampingan sering terhenti di tengah jalan tanpa solusi jangka panjang.

“Pemkot seharusnya menjadi pemain utama, bukan sekadar pengamat. Tidak bisa terus-terusan nasib anak jalanan dan warga terlantar diserahkan ke pihak luar,” katanya.

Novan juga menyoroti minimnya fasilitas pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan dan RT, termasuk posyandu yang masih belum merata. Hal ini dinilai menjadi indikator bahwa perhatian terhadap persoalan sosial belum menjadi prioritas.

Ia berharap pada tahun 2026, Pemkot bisa mulai merealisasikan pembangunan setidaknya setengah dari kebutuhan rumah singgah dan sarana pemberdayaan masyarakat, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan masalah sosial secara sistematis.

“Kalau ini terus dibiarkan, maka persoalan sosial hanya akan muncul kembali dalam bentuk yang sama. Kita butuh solusi yang menyentuh akar masalah, bukan penanganan sementara,” pungkas Novan. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial