Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Fasilitas Minim dan Andalkan Swasta, DPRD Nilai Pemkot Belum Serius Tangani Masalah Sosial

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : MR) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : MR)

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyoroti lemahnya peran Pemerintah Kota dalam menangani persoalan sosial, khususnya terkait anak jalanan dan warga terlantar.

Penanganan yang ada dinilai belum terstruktur dan masih terlalu bergantung pada peran lembaga swasta maupun yayasan milik provinsi.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan hingga saat ini belum ada rumah singgah representatif milik Pemkot yang benar-benar berfungsi secara permanen. Penanganan yang dilakukan pun cenderung bersifat sementara dan tidak berkelanjutan.

“Yang terjadi sekarang adalah penanganan tambal sulam. Selebihnya, diserahkan ke yayasan milik provinsi. Padahal, ini tanggung jawab pemerintah kota,” tegas Novan.

Menurutnya, ketiadaan infrastruktur sosial milik Pemkot, termasuk rumah rehabilitasi, menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan dan pemberdayaan kelompok rentan. Akibatnya, proses pendampingan sering terhenti di tengah jalan tanpa solusi jangka panjang.

“Pemkot seharusnya menjadi pemain utama, bukan sekadar pengamat. Tidak bisa terus-terusan nasib anak jalanan dan warga terlantar diserahkan ke pihak luar,” katanya.

Novan juga menyoroti minimnya fasilitas pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan dan RT, termasuk posyandu yang masih belum merata. Hal ini dinilai menjadi indikator bahwa perhatian terhadap persoalan sosial belum menjadi prioritas.

Ia berharap pada tahun 2026, Pemkot bisa mulai merealisasikan pembangunan setidaknya setengah dari kebutuhan rumah singgah dan sarana pemberdayaan masyarakat, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan masalah sosial secara sistematis.

“Kalau ini terus dibiarkan, maka persoalan sosial hanya akan muncul kembali dalam bentuk yang sama. Kita butuh solusi yang menyentuh akar masalah, bukan penanganan sementara,” pungkas Novan. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial