Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

Pembangunan Chinatown Samarinda Harus Libatkan Komunitas dan Tawarkan Dampak Ekonomi Nyata

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Rencana pembangunan kawasan wisata tematik Chinatown di Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari DPRD.

Meski mendukung pengembangan pariwisata, Anggota Komisi III DPRD, M. Andriansyah, menegaskan bahwa proyek seperti ini tidak boleh hanya berorientasi pada tampilan fisik atau estetika, tetapi harus dirancang dengan konsep yang matang dan berkelanjutan.

“Kalau ingin membangun Chinatown, harus jelas dulu identitas budaya yang ingin ditampilkan, siapa pelaku utamanya, serta bagaimana dampaknya bagi ekonomi lokal. Jangan sampai ini hanya jadi proyek simbolik yang minim manfaat,” tegasnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan kawasan tematik seperti Chinatown bergantung pada keaslian budaya dan keterlibatan komunitas, khususnya masyarakat Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan ekonomi Samarinda.

“Chinatown di kota-kota lain tumbuh karena menghidupkan potensi komunitas yang memang sudah ada. Bukan sekadar membangun replika bangunan bergaya oriental,” katanya.

Andriansyah juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk berdialog langsung dengan komunitas Tionghoa, pelaku UMKM, dan seniman budaya lokal sebelum melangkah lebih jauh. Menurutnya, jika dirancang dengan benar, kawasan ini bisa menjadi motor ekonomi baru bagi kota.

“Bukan hanya soal menambah destinasi wisata, tapi bagaimana ini bisa menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Samarinda perlu mulai bergerak meninggalkan ketergantungan pada sektor ekstraktif. Untuk itu, pariwisata tematik seperti Chinatown bisa menjadi alternatif, asal dibangun di atas fondasi sosial dan ekonomi yang kuat.

“Kita perlu wajah ekonomi baru untuk Samarinda. Tapi jangan buru-buru. Rancang dulu dengan cermat, libatkan masyarakat, baru bangun,” tukasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial