Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Pembangunan Chinatown Samarinda Harus Libatkan Komunitas dan Tawarkan Dampak Ekonomi Nyata

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Rencana pembangunan kawasan wisata tematik Chinatown di Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari DPRD.

Meski mendukung pengembangan pariwisata, Anggota Komisi III DPRD, M. Andriansyah, menegaskan bahwa proyek seperti ini tidak boleh hanya berorientasi pada tampilan fisik atau estetika, tetapi harus dirancang dengan konsep yang matang dan berkelanjutan.

“Kalau ingin membangun Chinatown, harus jelas dulu identitas budaya yang ingin ditampilkan, siapa pelaku utamanya, serta bagaimana dampaknya bagi ekonomi lokal. Jangan sampai ini hanya jadi proyek simbolik yang minim manfaat,” tegasnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan kawasan tematik seperti Chinatown bergantung pada keaslian budaya dan keterlibatan komunitas, khususnya masyarakat Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan ekonomi Samarinda.

“Chinatown di kota-kota lain tumbuh karena menghidupkan potensi komunitas yang memang sudah ada. Bukan sekadar membangun replika bangunan bergaya oriental,” katanya.

Andriansyah juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk berdialog langsung dengan komunitas Tionghoa, pelaku UMKM, dan seniman budaya lokal sebelum melangkah lebih jauh. Menurutnya, jika dirancang dengan benar, kawasan ini bisa menjadi motor ekonomi baru bagi kota.

“Bukan hanya soal menambah destinasi wisata, tapi bagaimana ini bisa menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Samarinda perlu mulai bergerak meninggalkan ketergantungan pada sektor ekstraktif. Untuk itu, pariwisata tematik seperti Chinatown bisa menjadi alternatif, asal dibangun di atas fondasi sosial dan ekonomi yang kuat.

“Kita perlu wajah ekonomi baru untuk Samarinda. Tapi jangan buru-buru. Rancang dulu dengan cermat, libatkan masyarakat, baru bangun,” tukasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial