Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Maswedi Tekankan Revitalisasi Kawasan Kumuh Samarinda Harus Jadi Prioritas Pembangunan 2026

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda Maswedi meminta pemerintah kota Samarinda untuk segera merevitalisasi kawasan permukiman kumuh di Samarinda Kota dan Samarinda Ilir.

Dirinya menyatakan keprihatinannya terhadap permukiman kumuh di Samarinda, yang berpotensi menimbulkan bencana kebakaran dan penyebaran penyakit.

Selain itu, dengan penataan kota yang baik sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang layak huni dan estetis di Samarinda.

“Contoh saat ini seperti revitalisasi Pasar Pagi yang menunjukkan kemajuan pembangunan Samarinda, namun jika adanya keberadaaan kawasan kumuh akan mengurangi dampak positifnya,” ungkap Maswedi.

Lebih lanjut kata Maswedi, mendorong Pemkot Samarinda untuk lebih fokus menangani masalah kawasan kumuh tersebut. Khususnya Disperkim dan PUPR untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar pada tahun 2026 mendatang.

“Seperti relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi salah satu solusi yang diusulkan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai ruang terbuka dan kawasan bersih kota,” jelasnya.

Ironisnya, permukiman kumuh justru berada di pusat kota Samarinda, seperti Samarinda Ilir dan Samarinda Kota dengan kepadatan tinggi dan lingkungan yang semrawut.”Malahan kawasan kumuh banyak ditemukan di pusat kota,” tuturnya.

Maswedi mengungkapkan jika masalah kawasan kumuh terus diabaikan, maka dikhawatirkan menimbulkan ketimpangan pada kualitas perkembangan hidup masyarakat.

Maka dari itu pihak legislatif terus mendorong agar program revitalisasi kawasan kumuh dimasukkan dalam rencana prioritas pembangunan ke depan.

“Kolaborasi antarlembaga antara Disperkim dan PUPR dinilai sangat penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih layak dan tertata,” tukasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial