Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Relokasi Pasar Subuh Harus Dilakukakan Dengan Pendekatan Persuasif

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda. (Foto : Ist) Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Penertiban Pasar Subuh di Gang 3 Jalan Yos Sudarso, Samarinda, dipantau langsung oleh Wakil Ketua DPRD Samarinda Ahmad Vananzda.

Kehadiran Vananzda di lokasi penertiban menunjukkan pengawasan dan kepedulian terhadap pedagang yang menolak relokasi ke Pasar Beluluq Lingau di Jalan PM Noor karena berbagai alasan.

“Sebagai wakil rakyat di dapil ini, saya bertanggung jawab untuk mengawasi penertiban, apalagi saya banyak menerima keluhan dari para warga,” jelas Vananzda.

Menurutnya, proses eksekusi terhadap aktivitas pedagang Pasar Subuh seharusnya dilakukan secara lebih manusiawi dan bertahap. Dirinya menyayangkan tidak adanya dialog terbuka antara pemerintah dan para pedagang sebelum hari pelaksanaan.

“Warga menyampaikan jika mereka tidak dilibatkan dalam proses komunikasi sebelum penertiban, padahal komunikasi itu penting agar tidak menimbulkan gejolak saat penertiban,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Vananzda, menyoroti banyaknya aparat gabungan yang diturunkan ke lokasi. Padahal jumlah pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut tidak lebih dari 60 orang. Dirinya pun menilai bahwa hal ini terlihat agak berlebihan.

“Penertiban tidak perlu melibatkan banyak aparat dan truk pemadam. Pendekatan yang baik kepada pedagang kecil akan lebih efektif,” terangnya.

Dirinya pun mengimbau agar Pemkot dapat membuka ruang dialog kembali, apalagi masih ada sejumlah pedagang yang bersikukuh tak ingin pindah.

“Saya tidak menolak program pemerintah, saya justru mendukung penataan. Tapi masyarakat juga harus dimanusiakan. Jangan sampai muncul kesan intimidatif. Mari kita musyawarah dulu,” tukasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial