Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Pengelola GOR Kadrie Oening Beri Saran Terkait Penggunaan Lapangan Sepak Bola untuk Acara Non-Olahraga

badge-check


					Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST Perbesar

Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST

FASENEWS.ID – Penggunaan GOR Kadrie Oening di Samarinda untuk berbagai acara non-olahraga sering kali mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Sejak berakhirnya COVID-19, GOR Kadrie Oening Samarinda telah digunakan beberapa kali untuk acara besar non-olahraga di tahun 2024.

GOR Kadrie Oening juga dimanfaatkan untuk persiapan dan latihan sebagai persiapan menghadapi kegiatan besar yang akan diselenggarakan di tempat tersebut.

Menanggapi hal ini, Junaidi, Kepala UPTD PPO GOR Kadrie Oening Samarinda, mengatakan bahwa meski event-event itu berhasil digelar, satu persoalan muncul, yakni risiko kerusakan pada kondisi venue.

Terutama, berkenaan dengan kondisi lapangan sepak bola di GOR Kadrie Oening.

Ia menyarankan agar provinsi mempertimbangkan untuk memiliki venue khusus untuk acara-acara yang diperkirakan akan mendatangkan banyak pengunjung.

“Saran saya Pemprov Kaltim punya lapangan khusus untuk upacara atau segala aktivitas lain yang mendatangkan banyak massa,” ucap Junaidi.

Ia juga menegaskan bahwa, khususnya untuk lapangan sepak bola, tidak sembarang orang bisa masuk ke area tersebut dalam keadaan tertentu.

Pasalnya, bibit rumput di lapangan bisa rusak jika tidak hati-hati, terutama jika sembarang orang masuk ke lokasi lapangan sepak bola.

“Sepatunya harus bersih. Bibit rumput dari lain, bisa terbawa ke lapangan jika sepatunya tidak bersih. Itu bisa merusak,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan Stadion Manahan Surakarta, yang memiliki aturan ketat mengenai siapa saja yang boleh menginjak lapangan sepak bola.

Hal serupa juga terjadi di luar negeri.

“Di luar negeri juga tidak pernah lapangan bola dipakai untuk upacara,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial