Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Pengelola GOR Kadrie Oening Beri Saran Terkait Penggunaan Lapangan Sepak Bola untuk Acara Non-Olahraga

badge-check


					Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST Perbesar

Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST

FASENEWS.ID – Penggunaan GOR Kadrie Oening di Samarinda untuk berbagai acara non-olahraga sering kali mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Sejak berakhirnya COVID-19, GOR Kadrie Oening Samarinda telah digunakan beberapa kali untuk acara besar non-olahraga di tahun 2024.

GOR Kadrie Oening juga dimanfaatkan untuk persiapan dan latihan sebagai persiapan menghadapi kegiatan besar yang akan diselenggarakan di tempat tersebut.

Menanggapi hal ini, Junaidi, Kepala UPTD PPO GOR Kadrie Oening Samarinda, mengatakan bahwa meski event-event itu berhasil digelar, satu persoalan muncul, yakni risiko kerusakan pada kondisi venue.

Terutama, berkenaan dengan kondisi lapangan sepak bola di GOR Kadrie Oening.

Ia menyarankan agar provinsi mempertimbangkan untuk memiliki venue khusus untuk acara-acara yang diperkirakan akan mendatangkan banyak pengunjung.

“Saran saya Pemprov Kaltim punya lapangan khusus untuk upacara atau segala aktivitas lain yang mendatangkan banyak massa,” ucap Junaidi.

Ia juga menegaskan bahwa, khususnya untuk lapangan sepak bola, tidak sembarang orang bisa masuk ke area tersebut dalam keadaan tertentu.

Pasalnya, bibit rumput di lapangan bisa rusak jika tidak hati-hati, terutama jika sembarang orang masuk ke lokasi lapangan sepak bola.

“Sepatunya harus bersih. Bibit rumput dari lain, bisa terbawa ke lapangan jika sepatunya tidak bersih. Itu bisa merusak,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan Stadion Manahan Surakarta, yang memiliki aturan ketat mengenai siapa saja yang boleh menginjak lapangan sepak bola.

Hal serupa juga terjadi di luar negeri.

“Di luar negeri juga tidak pernah lapangan bola dipakai untuk upacara,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial