Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

TPS Semrawut di Padat Karya Dikeluhkan Warga, DPRD Desak Pengelolaan Sampah Lebih Manusiawi

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, kembali memicu keresahan warga.

Bau menyengat, sampah meluber ke jalan, serta aktivitas pemulung tanpa pengawasan semakin memperparah kondisi lingkungan di kawasan padat penduduk ini.

Warga mengeluhkan terganggunya aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan tiba. Sampah tak jarang menghambat akses jalan dan menimbulkan potensi gangguan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat, bukan semata soal estetika kota.

“Lingkungan yang bersih adalah hak dasar setiap warga. Pemerintah tidak boleh membiarkan TPS dikelola secara sembarangan tanpa fasilitas pendukung,” ujar Maswedi.

Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika TPS tersebut tetap dipertahankan, maka harus dilengkapi dengan kontainer tertutup atau fasilitas yang lebih layak, demi menghindari pencemaran dan penumpukan sampah liar.

Maswedi juga meminta DLH tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan kelurahan, RT, dan masyarakat dibutuhkan agar penanganan sampah bisa bersifat sistemik dan jangka panjang, bukan sekadar penanganan tambal sulam.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal kesehatan publik. Jangan tunggu ada wabah penyakit baru bertindak,” tegasnya.

Terakhir, ia menambahkan bahwa warga Sempaja Utara berhak menikmati lingkungan yang lebih tertib, sehat, dan manusiawi. DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal persoalan ini agar mendapat penanganan serius dari pemerintah kota.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial