Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

TPS Semrawut di Padat Karya Dikeluhkan Warga, DPRD Desak Pengelolaan Sampah Lebih Manusiawi

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, kembali memicu keresahan warga.

Bau menyengat, sampah meluber ke jalan, serta aktivitas pemulung tanpa pengawasan semakin memperparah kondisi lingkungan di kawasan padat penduduk ini.

Warga mengeluhkan terganggunya aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan tiba. Sampah tak jarang menghambat akses jalan dan menimbulkan potensi gangguan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat, bukan semata soal estetika kota.

“Lingkungan yang bersih adalah hak dasar setiap warga. Pemerintah tidak boleh membiarkan TPS dikelola secara sembarangan tanpa fasilitas pendukung,” ujar Maswedi.

Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika TPS tersebut tetap dipertahankan, maka harus dilengkapi dengan kontainer tertutup atau fasilitas yang lebih layak, demi menghindari pencemaran dan penumpukan sampah liar.

Maswedi juga meminta DLH tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan kelurahan, RT, dan masyarakat dibutuhkan agar penanganan sampah bisa bersifat sistemik dan jangka panjang, bukan sekadar penanganan tambal sulam.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal kesehatan publik. Jangan tunggu ada wabah penyakit baru bertindak,” tegasnya.

Terakhir, ia menambahkan bahwa warga Sempaja Utara berhak menikmati lingkungan yang lebih tertib, sehat, dan manusiawi. DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal persoalan ini agar mendapat penanganan serius dari pemerintah kota.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial