Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Teknologi Pengolahan Air Laut Jadi Air Tawar, Solusi Baru untuk Kebutuhan di Pesisir Kaltim

badge-check


					Ilustrasi air minum/ Foto: IST Perbesar

Ilustrasi air minum/ Foto: IST

FASENEWS.ID – Kekurangan air bersih di daerah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu masalah yang mendapat perhatian serius.

Sebagai langkah solusi, sekelompok mahasiswa penerima Beasiswa Pertamina sedang mengembangkan teknologi yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar yang aman untuk dikonsumsi.

Inovasi ini disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), yang memberikan dukungan penuh terhadap penelitian yang dibiayai oleh Pertamina.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kaltim memberikan perhatian penuh terhadap proyek ini dan terus memantau perkembangan teknologi tepat guna yang sedang dikembangkan.

Daerah pesisir di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi fokus utama dalam penelitian ini.

Noor Agustina, yang merupakan Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) DPMPD Kaltim, mengungkapkan apresiasi atas inovasi ini.

Ia menjelaskan bahwa teknologi ini mengusung prinsip kerja yang sederhana, serta menggunakan bahan-bahan yang dapat dengan mudah ditemukan di sekitar kita.

Dengan biaya rendah dan dampak lingkungan yang minim, teknologi ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Selain menyediakan air bersih, teknologi ini juga memiliki potensi untuk memperbaiki kondisi perekonomian lokal.

“Kami sangat mendukung inovasi ini karena sesuai dengan kondisi daerah. Teknologi ini tidak hanya efektif tetapi juga mudah diadopsi oleh masyarakat. Sebelumnya, teknologi serupa juga diterapkan di Bontang,” ucap Ina sapaan akrabnya.

Tersedianya pasokan air yang cukup memberi peluang bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Ina berharap teknologi ini diproduksi dalam skala besar, sehingga dapat memberi manfaat yang lebih besar pula.

Dengan bantuan teknologi sederhana ini, Pemprov Kaltim optimis dapat menyelesaikan masalah air bersih di pesisir dan mendukung kemajuan ekonomi masyarakat setempat.

“Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir sekaligus menjadi sumber pendapatan jika dipasarkan lebih luas,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial