Menu ✖

Dark Mode
Prabowo: Malu Saya Jadi Presiden Jika Rakyat Masih Terus Miskin Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

Nasional

Tak Hanya Mengurangi Takaran, Begini Modus Baru Kecurangan Minyakita

badge-check


					Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam ekspose temuan pabrik Minyakita (ist) Perbesar

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam ekspose temuan pabrik Minyakita (ist)

Fasenews.id – Menteri Perdagangan Budi Santoso temukan modus baru kecurangan penjualan Minyakita. Tidak hanya pengurangan takaran dan penggunaan minyak goreng komersial untuk dijadikan minyakita. Tetapi juga menyalahgunakan lisensi merek minyakita yang dilakukan oleh PT Artha Eka Global Asia (AEGA).

“Kami menemukan modus kecurangan baru yang dilakukan salah satu pabrik pengepakan Minyakita. Selain mengurangi takaran pada kemasan 1 liter, PT AEGA juga menyalahgunakan surat persetujuan penggunaan merek MINYAKITA yang dipunyai. Perusahaan ini memberikan lisensi merek kepada dua pabrik pengepakan lainnya yang tidak terdaftar dengan imbal balik pembayaran kompensasi ke PT AEGA,” ungkap Mendag Busan.

Kedua perusahaan yang mendapat lisensi pengepakan MinyaKita milik PT AEGA tersebut ditemukan tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) dan Izin Edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal itu menyebabkan proses produksi dan pengemasan MinyaKita tidak terkontrol, sehingga mutu dan takaran produk sulit untuk dijaga serta harga eceran tertinggi (HET) sulit tercapai.

Sebagai tindak lanjut, Kemendag akan mencabut izin penggunaan merek minyakita terhadap PT AEGA karena terbukti menyalahgunakan surat persetujuan penggunaan merek.

“Kemendag juga akan mengeluarkan surat penarikan barang sehingga minyakita yang tidak sesuai takaran dapat ditarik dari peredaran. Sedangkan, terkait perbuatan pidana, kami serahkan ke Kepolisian RI untuk ditangani lebih lanjut,” ungkap Mendag Busan.

Kompensasi yang dibayarkan oleh kedua perusahaan tersebut kepada PT AEGA sebesar Rp12 juta per bulan.

Kemendag juga mendapati bahwa PT AEGA menggunakan minyak goreng nondomestic market obligation (non-DMO), atau minyak goreng komersial, untuk dikemas menjadi minyakita.

Sebab minyak goreng komersil memiliki harga yang sudah lebih tinggi, perusahaan pengepak pun menyiasati dengan cara mengurangi volume kemasan agar dapat tetap dijual mendekati het Minyakita.

Sebelumnya, pada 24 Januari 2025, Kemendag menyegel PT Navyta Nabati Indonesia (NNI) yang berlokasi di Mauk, Tangerang, Banten karena menjual MINYAKITA tidak sesuai takaran dalam kemasan yang tertera 1 liter.

“Waktu itu (takarannya) 750 mililiter. Perusahaannya sudah kita tutup; tidak lagi beroperasi, dan sekarang dalam proses hukum oleh Polri,” ungkap Mendag Busan. (Fran)

 

 

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Prabowo: Malu Saya Jadi Presiden Jika Rakyat Masih Terus Miskin

28 October 2026 - 03:08 WITA

Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

14 August 2026 - 04:03 WITA

Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas

2 July 2026 - 06:50 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden

2 June 2026 - 17:59 WITA

Trending on Nasional