Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Soroti Keberadaan Koperasi Merah Putih, Iswandi Dorong Solusi Nyata Atasi Kelangkaan LPG di Samarinda

badge-check


					Anggota DPRD Samarinda, Iswandi Perbesar

Anggota DPRD Samarinda, Iswandi

SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan perhatian serius terhadap rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah kota. Ia menekankan agar keberadaan koperasi tersebut tidak sekadar menjadi simbol, melainkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Iswandi, konsep koperasi harus dirancang secara cermat agar tidak justru mematikan usaha kecil dan menengah yang telah lebih dulu tumbuh di tengah masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, jika koperasi hanya menjalankan usaha yang serupa dengan apotek atau ritel modern seperti minimarket, maka potensi konflik ekonomi akan sulit dihindari.

“Yang terpenting, koperasi harus memberi nilai tambah, bukan menjadi pesaing langsung usaha yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di 59 kelurahan di Samarinda, Iswandi mengusulkan pendekatan yang lebih strategis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia mendorong agar koperasi diarahkan menjadi agen distribusi LPG 3 kilogram.

Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih realistis dan berdampak langsung, terutama dalam mengatasi persoalan klasik kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang kerap dikeluhkan warga.

“Kalau koperasi menjadi agen LPG 3 kilogram, distribusinya bisa langsung menjangkau RT-RT. Ini lebih efektif dibanding membuka usaha yang sudah banyak pesaingnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Iswandi juga mengusulkan adanya konsorsium antar koperasi di tingkat kelurahan. Dengan dukungan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar per kelurahan, ia melihat peluang besar untuk membangun sistem yang lebih terintegrasi, bahkan hingga pada tahap pendirian pabrik pengisian LPG.

“Kalau digabungkan, ini bisa menjadi kekuatan besar. Kita bisa bicara sampai ke pembangunan pabrik pengisian LPG. Ini lebih jelas arah dan manfaatnya,” tambahnya.

Ia berharap, pemerintah kota dapat mempertimbangkan gagasan tersebut secara matang agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat sekaligus solusi konkret atas persoalan kebutuhan energi masyarakat.

(Fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial