Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

Soroti Keberadaan Koperasi Merah Putih, Iswandi Dorong Solusi Nyata Atasi Kelangkaan LPG di Samarinda

badge-check


					Anggota DPRD Samarinda, Iswandi Perbesar

Anggota DPRD Samarinda, Iswandi

SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan perhatian serius terhadap rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah kota. Ia menekankan agar keberadaan koperasi tersebut tidak sekadar menjadi simbol, melainkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Iswandi, konsep koperasi harus dirancang secara cermat agar tidak justru mematikan usaha kecil dan menengah yang telah lebih dulu tumbuh di tengah masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, jika koperasi hanya menjalankan usaha yang serupa dengan apotek atau ritel modern seperti minimarket, maka potensi konflik ekonomi akan sulit dihindari.

“Yang terpenting, koperasi harus memberi nilai tambah, bukan menjadi pesaing langsung usaha yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di 59 kelurahan di Samarinda, Iswandi mengusulkan pendekatan yang lebih strategis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia mendorong agar koperasi diarahkan menjadi agen distribusi LPG 3 kilogram.

Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih realistis dan berdampak langsung, terutama dalam mengatasi persoalan klasik kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang kerap dikeluhkan warga.

“Kalau koperasi menjadi agen LPG 3 kilogram, distribusinya bisa langsung menjangkau RT-RT. Ini lebih efektif dibanding membuka usaha yang sudah banyak pesaingnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Iswandi juga mengusulkan adanya konsorsium antar koperasi di tingkat kelurahan. Dengan dukungan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar per kelurahan, ia melihat peluang besar untuk membangun sistem yang lebih terintegrasi, bahkan hingga pada tahap pendirian pabrik pengisian LPG.

“Kalau digabungkan, ini bisa menjadi kekuatan besar. Kita bisa bicara sampai ke pembangunan pabrik pengisian LPG. Ini lebih jelas arah dan manfaatnya,” tambahnya.

Ia berharap, pemerintah kota dapat mempertimbangkan gagasan tersebut secara matang agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat sekaligus solusi konkret atas persoalan kebutuhan energi masyarakat.

(Fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial