Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Soal Kelangkaan LPG, Iswandi Minta Peran Aktif Masyarakat Untuk Penindakan Tegas

badge-check


					Anggota DPRD Samarinda, Iswandi Perbesar

Anggota DPRD Samarinda, Iswandi

SAMARINDA – Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan warga Kota Samarinda. Seorang warga, Prayitno, menyoroti sulitnya memperoleh gas melon dengan harga wajar. Ia menyebut, harga di lapangan kerap melambung hingga Rp30 ribu, bahkan LPG dengan harga Rp20 ribu pun semakin sulit ditemukan.

Hal tersebut ia sampaikan secara langsung saat agenda tatap muka bersama anggota DPRD Samarinda, Iswandi. Menanggapi hal tersebut, Iswandi, meminta masyarakat untuk aktif melaporkan temuan di lapangan, khususnya terkait pangkalan dan distribusi LPG yang tidak sesuai.

“Kalau menemukan hal seperti itu, tolong dicatat alamatnya, pangkalan di mana. Kami tidak tinggal diam. Begitu ada kejadian dengan harga yang jauh di atas ketentuan, segera laporkan ke kami,”tegas Iswandi, Minggu 24 mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu kendala dalam penindakan adalah minimnya bukti konkret. Kerap terjadi ketidaksesuaian antara jumlah distribusi dan realisasi di lapangan.

“Misalnya pangkalan seharusnya menerima 40 tabung, tetapi yang datang hanya 30. Kalau ada harga yang tidak masuk akal, kita bisa langsung tindak di tempat. Namun tanpa data, akan sulit,”ujarnya.

Iswandi juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam penggunaan LPG subsidi. Berdasarkan aturan, pelaku usaha seperti warung makan dengan omzet di atas Rp900 ribu per hari tidak diperbolehkan menggunakan LPG 3 kilogram.

“Seharusnya mereka menggunakan gas non-subsidi. Kenapa sering terjadi kelangkaan? Karena masih banyak yang tidak berhak justru ikut menggunakan,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong pendataan kebutuhan LPG di tingkat masyarakat. Misalnya, dalam satu hingga beberapa RT, jumlah warga pengguna gas melon dapat didata secara pasti. Dengan demikian, distribusi bisa lebih terarah.

“Kita upayakan distribusi terpusat. Misalnya dalam gabungan beberapa RT, ketika pasokan datang, harus dilaporkan dan didistribusikan di satu titik. Ini untuk mencegah warga harus berkeliling mencari,” tambahnya.

Ia juga mengakui dilema yang dihadapi masyarakat. Di satu sisi, warga enggan membeli dengan harga tinggi, namun di sisi lain kebutuhan memasak membuat mereka terpaksa tetap membeli.

“Ini jadi masalah bersama. Kalau kita tidak beli, mereka tidak akan menjual dengan harga tinggi. Tapi kalau tidak beli, masyarakat juga tidak bisa memasak,” tuturnya.

Iswandi menegaskan, perbaikan distribusi dan pengawasan akan dilakukan secara bertahap. Namun, ia kembali menekankan peran aktif masyarakat dalam memberikan laporan sebagai dasar penindakan yang lebih tegas.

(Fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial