Menu

Dark Mode
Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

Daerah

Samarinda Terendah untuk Angka Total Fertility Rate (TFR), Tertinggi di Mahulu! 

badge-check


					TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST Perbesar

TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST

FASENEWS.ID, SAMARINDA –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BKKBN Kaltim) telah menargetkan angka Total Fertility Rate (TFR) di Kaltim mencapai 2,13 pada tahun 2024.

TFR merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa suburnya (usia 15-49 tahun) di suatu daerah atau negara.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menurut hasil Long Form SP2020 saat ini angka TFR Kaltim berada di 2,18. Angka tersebut menurun dalam lima dekade terakhir.

Diketahui, sensus penduduk 1971 mencatat angka TFR sebesar 5,41.

Artinya, seorang wanita bisa melahirkan lima sampai 6 anak selama masa reproduksinya.

“Angka ini harus kita jaga, semoga masih bisa turun lagi. Sesuai target kita di 2024 yaitu 2,13,” ungkap Kepala BKKBN Kaltim, Sunaryo.

Sedangkan, angka TFR untuk di seluruh kabupaten atau kota di Kaltim berada di bawah angka tiga.

Puncak tertinggi diduduki kabupaten Mahakam Ulu yakni senilai 2,42.

Diikuti kabupaten kota Berau 2,37, Penajam Paser Utara (PPU) 2,36, Kutai Barat 2,28, Paser 2,27, Kutai Timur 2,24, Kutai Kartanegara 2,16, Bontang 2,15, dan Balikpapan 2,13. Samarinda berada di posisi akhir yaitu 2,06.

Sunaryo menyebutkan, angka tersebut tidak boleh kurang dari 2. Karena, dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk tidak seimbang atau bisa disebut dengan minus growth.

Menurutnya, satu daerah diharapkan memiliki TFR sebesar 2,1.

Angka ini disebut sebagai penggantian (replacement level), artinya setiap perempuan digantikan oleh satu anak perempuan untuk menjaga kelangsungan regenerasi penduduk.

“Ini harus kita jaga karena kecenderungan remaja sekarang sudah berpotensi ke arah nikah di usia tua,” pungkasnya. (nit)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan

27 July 2026 - 09:55 WITA

Sugiyono Gaungkan Spirit Bung Karno untuk Generasi Muda Samarinda

22 June 2026 - 10:40 WITA

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

MUNAS IKA UNMUL 2026: Agus Suwandy Terpilih Aklamasi

25 May 2026 - 10:48 WITA

Trending on Daerah