Menu ✖

Dark Mode
Prabowo: Malu Saya Jadi Presiden Jika Rakyat Masih Terus Miskin Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

Daerah

Samarinda Terendah untuk Angka Total Fertility Rate (TFR), Tertinggi di Mahulu! 

badge-check


					TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST Perbesar

TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST

FASENEWS.ID, SAMARINDA –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BKKBN Kaltim) telah menargetkan angka Total Fertility Rate (TFR) di Kaltim mencapai 2,13 pada tahun 2024.

TFR merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa suburnya (usia 15-49 tahun) di suatu daerah atau negara.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menurut hasil Long Form SP2020 saat ini angka TFR Kaltim berada di 2,18. Angka tersebut menurun dalam lima dekade terakhir.

Diketahui, sensus penduduk 1971 mencatat angka TFR sebesar 5,41.

Artinya, seorang wanita bisa melahirkan lima sampai 6 anak selama masa reproduksinya.

“Angka ini harus kita jaga, semoga masih bisa turun lagi. Sesuai target kita di 2024 yaitu 2,13,” ungkap Kepala BKKBN Kaltim, Sunaryo.

Sedangkan, angka TFR untuk di seluruh kabupaten atau kota di Kaltim berada di bawah angka tiga.

Puncak tertinggi diduduki kabupaten Mahakam Ulu yakni senilai 2,42.

Diikuti kabupaten kota Berau 2,37, Penajam Paser Utara (PPU) 2,36, Kutai Barat 2,28, Paser 2,27, Kutai Timur 2,24, Kutai Kartanegara 2,16, Bontang 2,15, dan Balikpapan 2,13. Samarinda berada di posisi akhir yaitu 2,06.

Sunaryo menyebutkan, angka tersebut tidak boleh kurang dari 2. Karena, dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk tidak seimbang atau bisa disebut dengan minus growth.

Menurutnya, satu daerah diharapkan memiliki TFR sebesar 2,1.

Angka ini disebut sebagai penggantian (replacement level), artinya setiap perempuan digantikan oleh satu anak perempuan untuk menjaga kelangsungan regenerasi penduduk.

“Ini harus kita jaga karena kecenderungan remaja sekarang sudah berpotensi ke arah nikah di usia tua,” pungkasnya. (nit)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

11 September 2026 - 23:13 WITA

Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

7 September 2026 - 10:49 WITA

Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring

3 September 2026 - 10:55 WITA

768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro

2 September 2026 - 18:23 WITA

Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah

2 September 2026 - 08:24 WITA

Trending on Daerah