Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Daerah

Samarinda Terendah untuk Angka Total Fertility Rate (TFR), Tertinggi di Mahulu! 

badge-check


					TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST Perbesar

TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST

FASENEWS.ID, SAMARINDA –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BKKBN Kaltim) telah menargetkan angka Total Fertility Rate (TFR) di Kaltim mencapai 2,13 pada tahun 2024.

TFR merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa suburnya (usia 15-49 tahun) di suatu daerah atau negara.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menurut hasil Long Form SP2020 saat ini angka TFR Kaltim berada di 2,18. Angka tersebut menurun dalam lima dekade terakhir.

Diketahui, sensus penduduk 1971 mencatat angka TFR sebesar 5,41.

Artinya, seorang wanita bisa melahirkan lima sampai 6 anak selama masa reproduksinya.

“Angka ini harus kita jaga, semoga masih bisa turun lagi. Sesuai target kita di 2024 yaitu 2,13,” ungkap Kepala BKKBN Kaltim, Sunaryo.

Sedangkan, angka TFR untuk di seluruh kabupaten atau kota di Kaltim berada di bawah angka tiga.

Puncak tertinggi diduduki kabupaten Mahakam Ulu yakni senilai 2,42.

Diikuti kabupaten kota Berau 2,37, Penajam Paser Utara (PPU) 2,36, Kutai Barat 2,28, Paser 2,27, Kutai Timur 2,24, Kutai Kartanegara 2,16, Bontang 2,15, dan Balikpapan 2,13. Samarinda berada di posisi akhir yaitu 2,06.

Sunaryo menyebutkan, angka tersebut tidak boleh kurang dari 2. Karena, dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk tidak seimbang atau bisa disebut dengan minus growth.

Menurutnya, satu daerah diharapkan memiliki TFR sebesar 2,1.

Angka ini disebut sebagai penggantian (replacement level), artinya setiap perempuan digantikan oleh satu anak perempuan untuk menjaga kelangsungan regenerasi penduduk.

“Ini harus kita jaga karena kecenderungan remaja sekarang sudah berpotensi ke arah nikah di usia tua,” pungkasnya. (nit)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

MUNAS IKA UNMUL 2026: Agus Suwandy Terpilih Aklamasi

25 May 2026 - 10:48 WITA

Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi

26 April 2026 - 09:04 WITA

Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan

26 April 2026 - 08:41 WITA

Trending on Daerah