Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Pengelola GOR Kadrie Oening Beri Saran Terkait Penggunaan Lapangan Sepak Bola untuk Acara Non-Olahraga

badge-check


					Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST Perbesar

Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST

FASENEWS.ID – Penggunaan GOR Kadrie Oening di Samarinda untuk berbagai acara non-olahraga sering kali mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Sejak berakhirnya COVID-19, GOR Kadrie Oening Samarinda telah digunakan beberapa kali untuk acara besar non-olahraga di tahun 2024.

GOR Kadrie Oening juga dimanfaatkan untuk persiapan dan latihan sebagai persiapan menghadapi kegiatan besar yang akan diselenggarakan di tempat tersebut.

Menanggapi hal ini, Junaidi, Kepala UPTD PPO GOR Kadrie Oening Samarinda, mengatakan bahwa meski event-event itu berhasil digelar, satu persoalan muncul, yakni risiko kerusakan pada kondisi venue.

Terutama, berkenaan dengan kondisi lapangan sepak bola di GOR Kadrie Oening.

Ia menyarankan agar provinsi mempertimbangkan untuk memiliki venue khusus untuk acara-acara yang diperkirakan akan mendatangkan banyak pengunjung.

“Saran saya Pemprov Kaltim punya lapangan khusus untuk upacara atau segala aktivitas lain yang mendatangkan banyak massa,” ucap Junaidi.

Ia juga menegaskan bahwa, khususnya untuk lapangan sepak bola, tidak sembarang orang bisa masuk ke area tersebut dalam keadaan tertentu.

Pasalnya, bibit rumput di lapangan bisa rusak jika tidak hati-hati, terutama jika sembarang orang masuk ke lokasi lapangan sepak bola.

“Sepatunya harus bersih. Bibit rumput dari lain, bisa terbawa ke lapangan jika sepatunya tidak bersih. Itu bisa merusak,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan Stadion Manahan Surakarta, yang memiliki aturan ketat mengenai siapa saja yang boleh menginjak lapangan sepak bola.

Hal serupa juga terjadi di luar negeri.

“Di luar negeri juga tidak pernah lapangan bola dipakai untuk upacara,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial