Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Pengelola GOR Kadrie Oening Beri Saran Terkait Penggunaan Lapangan Sepak Bola untuk Acara Non-Olahraga

badge-check


					Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST Perbesar

Potret Lapangan GOR Kadrie Oening/ Foto: IST

FASENEWS.ID – Penggunaan GOR Kadrie Oening di Samarinda untuk berbagai acara non-olahraga sering kali mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Sejak berakhirnya COVID-19, GOR Kadrie Oening Samarinda telah digunakan beberapa kali untuk acara besar non-olahraga di tahun 2024.

GOR Kadrie Oening juga dimanfaatkan untuk persiapan dan latihan sebagai persiapan menghadapi kegiatan besar yang akan diselenggarakan di tempat tersebut.

Menanggapi hal ini, Junaidi, Kepala UPTD PPO GOR Kadrie Oening Samarinda, mengatakan bahwa meski event-event itu berhasil digelar, satu persoalan muncul, yakni risiko kerusakan pada kondisi venue.

Terutama, berkenaan dengan kondisi lapangan sepak bola di GOR Kadrie Oening.

Ia menyarankan agar provinsi mempertimbangkan untuk memiliki venue khusus untuk acara-acara yang diperkirakan akan mendatangkan banyak pengunjung.

“Saran saya Pemprov Kaltim punya lapangan khusus untuk upacara atau segala aktivitas lain yang mendatangkan banyak massa,” ucap Junaidi.

Ia juga menegaskan bahwa, khususnya untuk lapangan sepak bola, tidak sembarang orang bisa masuk ke area tersebut dalam keadaan tertentu.

Pasalnya, bibit rumput di lapangan bisa rusak jika tidak hati-hati, terutama jika sembarang orang masuk ke lokasi lapangan sepak bola.

“Sepatunya harus bersih. Bibit rumput dari lain, bisa terbawa ke lapangan jika sepatunya tidak bersih. Itu bisa merusak,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan Stadion Manahan Surakarta, yang memiliki aturan ketat mengenai siapa saja yang boleh menginjak lapangan sepak bola.

Hal serupa juga terjadi di luar negeri.

“Di luar negeri juga tidak pernah lapangan bola dipakai untuk upacara,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial