Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Novan Syahronny Tekankan Pentingnya Transparansi Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berlangsung di berbagai daerah.

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar masyarakat dapat memahami dengan jelas mekanisme program dan menghindari potensi kesalahpahaman.

Novan sapaan akrabnya, mengatakan bahwa akses terhadap informasi terkait distribusi makanan dan daftar penerima manfaat harus lebih terbuka.

“Dalam aspek teknis seperti operasional dapur umum, mungkin ada hal-hal yang tidak bisa dipublikasikan. Namun, informasi mengenai isi makanan, proses distribusi, dan mekanisme program harus disampaikan secara jelas kepada masyarakat,” jelas Novan.

Lebih lanjut kata Novan, mengungkapkan bahwa pemerintah, termasuk Presiden, selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Oleh karena itu, masukan yang konstruktif dari masyarakat sangat diperlukan agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih optimal.

Meski mengakui adanya keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan program di lapangan, Novan menyebutkan bahwa hingga saat ini DPRD Kota Samarinda belum meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak pelaksana.

Dirinya juga mengatakan bahwa Program MBG sepenuhnya dikelola oleh pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya berperan dalam menentukan sekolah penerima manfaat.

“Saat ini, hanya SDN 004 Samarinda yang menerima bantuan makanan, sementara sekolah lainnya masih menunggu giliran. Dapur yang beroperasi juga terbatas, baru ada tiga titik, dua di Samarinda Ulu dan satu di Samarinda Utara,” ungkapnya.

Novan menambahkan bahwa program ini masih membutuhkan evaluasi untuk memastikan efektivitasnya.

“DPRD Samarinda masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan yang diterapkan oleh pihak pelaksana program MBG,” tambahnya.

Terakhir, dengan adanya transparansi yang lebih baik, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat memahami secara menyeluruh bagaimana program ini dijalankan. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial