Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Hukum Kriminal

Motif Kasus Polisi Tembak Polisi di Parkiran! Korbannya Kasat Reskrim, Dugaan Pelakunya Kabag Ops 

badge-check


					Ilustrasi pistol/ Fasenews.id Perbesar

Ilustrasi pistol/ Fasenews.id

FASENEWS.ID – Kasus polisi tembak polisi terlaporkan terjadi.

Kasus polisi tembak polisi ini, melibatkan seorang korban menjabat Kasat Reskrim dinyatakan meninggal dunia.

Sementara dugaan pelakunya adalah Kabag Ops.

Tim redaksi himpun informasi soal kasus polisi tembak polisi ini.

1. Terjadi di Parkiran 

Kasus polisi tembak polisi ini dilaporkan terjadi pada Jumat (22/11/) dini hari.

Lokasi kejadian berdasarkan informasi awal adalah di parkiran Polres Solok Selatan, Sumatera Barat.

Dua nama yang terlibat adalah Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Ashari, dan Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.

Diduga Dadang Iskandar menembak rekan seprofesinya itu dengan pistol saat keduanya berada di parkiran Polres Solok Selatan.

Adanya penembakan ini sudah dikonformasi pihak kepolisian setempat, melalui Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan.

Dirinya membenarkan adanya penembakan itu.

“Iya benar telah terjadi penembakan, untuk kasusnya masih tahap penyelidikan,” ucap Dwi dalam keterangannya kepada media.

2. Dugaan Motif 

Belum ada penjelasan resmi dari pihak Polda Sumbar perihal motif terjadinya kasus polisi tembak polisi di Polres Solok Selatan itu.

Meski demikian, dugaan awal sudah bermunculan.

Diduga, kasus ini terjadi karena adanya perseteruan keduanya soal penanangan kasus tambang galian C.

AKP Dadang Iskandar diduga tak senang adanya penangkapan dalam kasus tambang galian C yang dilakukan pihak Satreskrim Polres Solok Selatan.

3. DPR RI Akan Datang ke Lokasi 

Kasus polisi tembak polisi ini langsung mendapatkan atensi nasional.

Bahkan, juga dari legislator DPR RI.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman sudah memberikan keterangannya kepada media.

Yakni, akan mendatangi lokasi penembakan yang terjadi di Polres Solok Selatan.

Diagendakan, kedatangan Komisi III itu dilakukan pada Senin depan (24/11/2024).

“Kasus ini sangat memprihatinkan,” ujar Habiburokhman.

“Kalau motifnya adalah karena ketidaksukaan dibongkarnya penambangan ilegal, maka pelaku juga harus dituntut atas perbuatanya melindungi tambang ilegal,” lanjutnya lagi.

Ia lanjutkan, saat ini Komisi III percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan tegas dalam penanganan kasus polisi tembak polisi.

“Kami percaya Pak Kapolri Listyo Sigit akan bertindak tegas menangani kasus ini. Penegakan hukum pasti akan dilakukan baik dalam konteks pidana maupun konteks etik dan disiplin,” pungkasnya. (as)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas

2 July 2026 - 06:50 WITA

Filosofi Di Balik Ritual Menginjak Kepala Kerbau dan Gelar Baginda Pemuka Bangsa Kepada Jokowi di Lampung

28 June 2026 - 11:46 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden

2 June 2026 - 17:59 WITA

Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN

2 June 2026 - 16:11 WITA

Trending on Nasional