Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Daerah

Kendaraan Brebet Masal Akibat BBM, Dewan Minta Pemkot Samarinda Bentuk Tim Investigasi Independen

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Viralnya berita di media sosial mengenai kendaraan yang mogok setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU membuat masyarakat khawatir. Banyak warga yang mengalami masalah serupa, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kualitas BBM yang dijual di SPBU.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mendesak pemerintah kota segera membentuk tim investigasi independen guna menindaklanjuti masalah tersebut.

“Kami minta Pemkot membentuk tim investigasi yang benar-benar independen, melibatkan para profesional, akademisi, LSM hingga aparat penegak hukum (APH). Masalah ini harus disikapi serius,” ungkap Rohim.

Menurutnya, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan komponen bahan bakar (BBM), kondisi fisik bunker penampungan di SPBU, hingga kondisi teknis kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan.

“Semua yang berpotensi berkaitan harus diperiksa secara mendalam. Jangan hanya berpatokan pada asumsi atau laporan sepihak. Kita butuh data dan fakta di lapangan, bukan spekulasi,” jelas Rohim sapaan akrabnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Samarinda mengeluhkan kendaraan mereka mendadak mogok setelah mengisi bahan bakar di beberapa SPBU. Ada yang mesinnya brebet, ada pula yang langsung mati total. Keluhan ini menyebar luas di media sosial, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Politikus PKS itu menilai, kondisi ini telah menyebabkan kerugian besar bagi warga, baik secara finansial maupun mobilitas. Di tengah ketidakpastian informasi, ia menekankan pentingnya kehadiran negara untuk melindungi warganya.

“Ini bukan persoalan sepele. Masyarakat dirugikan, aktivitas terganggu, dan muncul ketakutan untuk sekadar mengisi BBM. Pemkot tidak boleh tinggal diam. Investigasi harus transparan, terbuka untuk publik, dan hasilnya diumumkan secara resmi,” ucapnya.

Rohim juga mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan atau mencari kambing hitam sebelum hasil investigasi keluar.

“Kita harus temukan akar masalahnya. Apakah dari distribusi BBM, kualitas bahan bakar, atau ada faktor lain? Ini tugas tim investigasi untuk mengungkapnya,” tandasnya. (MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Sugiyono Gaungkan Spirit Bung Karno untuk Generasi Muda Samarinda

22 June 2026 - 10:40 WITA

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

MUNAS IKA UNMUL 2026: Agus Suwandy Terpilih Aklamasi

25 May 2026 - 10:48 WITA

Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi

26 April 2026 - 09:04 WITA

Trending on Daerah