Menu

Dark Mode
BREAKING NEWS! Kebakaran Besar Terjadi di Kemayoran Jakpus Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral Seno Aji Bantah Tudingan Dalang Hak Angket terhadap Rudy Mas’ud MUI Tegaskan Qurban Presiden melalui APBN Sah Secara Syar’i dan Bernilai Kemaslahatan Publik

Advertorial

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra

SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri ruang digital, DPRD Kota Samarinda menilai generasi muda menghadapi tantangan baru yang tak sederhana. Kemudahan akses informasi yang semula menjadi berkah, kini juga membuka celah bagi penyebaran hoaks dan narasi menyesatkan yang berpotensi memengaruhi cara pandang publik, khususnya kalangan pelajar dan pemilih muda.

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menegaskan bahwa kemampuan menyaring informasi menjadi kebutuhan mendesak di era keterbukaan digital saat ini. Ia menilai, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kecakapan berpikir kritis agar masyarakat tidak terjebak dalam arus disinformasi.

“Perkembangan teknologi membuat informasi begitu mudah diakses. Namun, tidak semua informasi memiliki dasar yang jelas. Di sinilah pentingnya kemampuan memilah dan memahami informasi secara bijak,” ujar Samri, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, generasi muda merupakan kelompok yang paling intens berinteraksi dengan media digital. Kondisi ini menjadikan mereka sebagai pihak yang paling rentan sekaligus paling strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Oleh karena itu, pembekalan literasi politik dinilai tidak kalah penting dari literasi digital itu sendiri.

Samri menekankan bahwa pemahaman dasar mengenai sistem demokrasi, mekanisme pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara merupakan fondasi penting dalam membentuk pola pikir yang rasional. Tanpa bekal tersebut, masyarakat cenderung mudah mempercayai informasi yang tidak terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu publik dan kebijakan pemerintah.

Ia menilai rendahnya literasi politik dapat berdampak langsung pada kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Padahal, banyak informasi yang beredar di ruang digital memiliki implikasi nyata terhadap kehidupan sosial dan arah kebijakan publik.

Lebih jauh, Samri juga menyoroti pentingnya kemampuan verifikasi informasi di tengah tingginya intensitas penggunaan media sosial. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman yang baik akan lebih objektif dalam menilai suatu isu serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bersifat manipulatif.

“Jika sejak dini generasi muda memahami politik secara benar, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih rasional dalam melihat persoalan publik,”tegasnya.

DPRD Kota Samarinda pun mendorong agar penguatan literasi politik berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital. Sinergi keduanya diyakini mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara informasi, tetapi juga matang dalam bersikap, kritis dalam berpikir, bijak dalam menilai, dan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Pengelolaan Aset Daerah Belum Maksimal, DPRD Samarinda Soroti Inventaris Data yang Belum Jelas

25 May 2026 - 10:31 WITA

Trending on Advertorial