PENAJAM – Terik matahari siang tak menghalangi langkah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyusuri bedengan tanaman di Desa Giri Mukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (11/4/2026).
Di tengah hamparan tomat yang mulai berbunga, cabai yang tumbuh rapi, serta aneka sayuran lainnya, percakapan berlangsung hangat dan sederhana antara Ananda dan para petani. Tanpa sekat formalitas, ia mendekat, menunduk, dan sesekali mengamati langsung kondisi tanaman yang menjadi sumber penghidupan warga.
Kunjungan itu dilakukan usai pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan PPU, sebagai bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Ananda menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani setempat. Bantuan itu diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus mendorong semangat petani dalam mengelola lahan.
“Ini bentuk dukungan kita, semoga mampu menjaga produktivitas para petani,”ujarnya.
Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, Ananda juga mengajak petani untuk mulai mengembangkan pola tanam yang lebih beragam. Ia mendorong penerapan konsep 10 tanaman pendamping beras sebagai langkah konkret diversifikasi pangan.
“Selain tanaman yang sudah ada, kami mendorong agar petani juga mulai menanam tanaman pendamping beras. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi,” katanya.
Diversifikasi pangan menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan global, termasuk fluktuasi pasokan dan ketergantungan tinggi terhadap beras.
Melalui pengembangan tanaman alternatif, petani diharapkan mampu memperkuat kemandirian sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Menurut Ananda, gerakan ini bukan sekadar inisiatif daerah, melainkan bagian dari arahan nasional partai.
“Ini merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, kepada seluruh kader untuk aktif menggerakkan potensi pangan lokal di daerah masing-masing,” tutupnya.
(Fran)







