Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Samarinda

Konsen Keselamatan Jembatan, Ananda Moeis Jadikan Kritik Pijakan Bertumbuh

badge-check


					Ananda Emira Moeis (Kemeja hitam) bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dikantor DPD Perjuangan PDI Perjuangan (fasenews.id) Perbesar

Ananda Emira Moeis (Kemeja hitam) bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dikantor DPD Perjuangan PDI Perjuangan (fasenews.id)

Dibalik gaya bahasa yang ramai disorot jagat maya, Ananda Emira Moeis menerimanya sebagai pijakan untuk untuk bertumbuh. Namun ia juga mengajak nitizen tak mengesampingkan keselamatan jembatan yang kerap ditabrak 

SAMARINDA – Wakil ketua DPRD Kaltim membuka diri terhadap kritik ditengah derasnya arus komentar yang menyoroti gestur dan cara bicara pada video wawancaranya yang beredar luas di media sosial.

Video itu memantik perbincangan. Dalam rekaman itu, Ananda tampak beberapa kali berhenti sejenak saat menjawab pertanyaan wartawan. Bagi sebagian orang, itu menjadi bahan penilaian. Namun baginya, itu adalah ruang untuk belajar, bukan untuk bersembunyi.

Ia tak menepis kritik. Tidak pula menyalahkan keadaan. Dengan nada tenang, ia menerima semua respons publik sebagai cermin. Namun politisi PDI Perjuangan itu tanpa kehilangan fokus pada hal yang lebih besar. Yakni substansi yang ia bicarakan mengenai peristiwa penabrakan jembatan.

“Ke depan, saya akan berupaya menyampaikan dengan lebih baik. Namun demikian, saya juga berharap masyarakat dapat melihat substansi dari pernyataan yang saya sampaikan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Di balik jeda-jeda dalam ucapannya, ada pesan yang sebenarnya ingin ia sampaikan dengan tegas, soal keselamatan, tanggung jawab, dan kejadian yang terus berulang tanpa penyelesaian yang tuntas.

Seperti diketahui, pada wawancara itu, Ananda, berbicara tentang satu hal yang jauh lebih mendesak daripada sekadar cara berbicara, yakni insiden tabrakan jembatan di Samarinda yang terjadi berulang kali.

Bahkan, ironi tak terhindarkan, pada hari yang sama ketika videonya ramai diperbincangkan, insiden serupa kembali terjadi pada malam harinya. Seolah menjadi pengingat pahit, bahwa persoalan yang ia angkat bukan sekadar wacana.

“Hal yang ingin saya tekankan adalah pentingnya instansi terkait menjalankan tanggung jawab secara optimal agar kejadian serupa tidak terus terulang,” tegasnya.

Di titik inilah, Ananda mencoba mengajak publik untuk berhenti sejenak dari riuhnya penilaian permukaan, dan kembali melihat inti persoalan. Sebab setiap insiden bukan hanya soal infrastruktur yang rusak, tetapi juga tentang logistik yang terhambat, ekonomi rakyat yang terganggu, dan potensi bahaya yang mengintai.

Ia juga tak menutupi bahwa saat wawancara berlangsung, kondisi kesehatannya tengah kurang prima. Sebuah pengakuan sederhana, yang mungkin menjelaskan jeda-jeda itu, namun tidak mengurangi bobot pesan yang ingin ia sampaikan.

Alih-alih defensif, Ananda memilih menjadikan kritik sebagai pijakan untuk bertumbuh.

“Kritik yang disampaikan akan saya jadikan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan ke depan,” tutupnya.

Bagi Ananda, ditengah riuh penilaian terhadap dirinya ada pesan yang seharusnya tidak ikut terhenti: bahwa kasus penabrakan jembatan bukan untuk dilupakan, melainkan untuk terus dikawal hingga benar-benar menemukan penyelesaian.

(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Teras Malioboro, Mengkeu Purbaya Dihadang Ibu-ibu Minta Hentikan MBG

18 March 2026 - 06:30 WIB

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

15 March 2026 - 07:32 WIB

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

Trending on News