Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Dorong UMKM Naik Kelas, DPRD Samarinda Minta Pemkot Tindak Cepat Masalah Legalitas dan Fasilitas

badge-check


					Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda menyoroti lambatnya langkah Pemerintah Kota dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mendesak agar Pemkot segera mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar UMKM, terutama dari sisi legalitas usaha dan infrastruktur pendukung.

“Produk UMKM kita punya potensi besar, tapi kalau belum punya rumah kemasan dan fasilitas terpadu, ya sulit bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, belum tersedianya pusat promosi terpadu atau one stop center untuk UMKM membuat pelaku usaha kesulitan memperkenalkan produk mereka kepada tamu dari luar daerah, termasuk investor. Karena itu, pembangunan rumah kemasan dan galeri produk menjadi hal yang mendesak untuk diwujudkan.

Iswandi juga mengusulkan dibentuknya “creative hub” di Samarinda, sebuah wadah kolaboratif yang bisa mendorong inovasi, pelatihan, serta pertukaran ide antar pelaku ekonomi kreatif lokal.

Namun, masalah yang paling krusial menurutnya justru ada pada aspek legalitas usaha. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Samarinda masih belum mengantongi badan hukum, padahal itu adalah syarat utama untuk bisa mengakses pembiayaan maupun program pemerintah.

“Tanpa legalitas, UMKM kita sulit berkembang. Mereka tidak bisa ikut program bantuan, pelatihan bersertifikat, atau akses ke pasar digital,” jelasnya.

DPRD, kata Iswandi, siap memberikan dukungan dari sisi regulasi dan anggaran. Namun ia mengingatkan bahwa dinas teknis harus lebih aktif melakukan pendampingan langsung ke lapangan.

“Bukan hanya duduk di belakang meja, tapi turun langsung. Berikan edukasi, bantu pengurusan izin, dan dampingi mereka sampai benar-benar siap,” terangnya.

Ia berharap dengan langkah nyata, UMKM di Samarinda bisa naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial