Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

Soal Polemik TPS di Samarinda Seberang, Dewan Singgung Soal Pengelolaan Sampah

badge-check


					Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : MR) Perbesar

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : MR)

SAMARINDA – Sejumlah warga Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) Samarinda Seberang menggelar aksi di depan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dinilai menjadi sumber penyakit dan menyebabkan penumpukan sampah yang tak terkendali.

Mereka menuntut Pemerintah Kota Samarinda untuk menutup TPS tersebut secara permanen. Menurut informasi masyarakat setempat, TPS yang sudah ada sejak tiga tahun lalu ini kerap di jadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat luar perumahan. Hal ini menyebabkan sampah berserakan hingga menutupi jalan menuju perumahan BPK.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan pentingnya adanya solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Deni sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan TPS tersebut tidak lagi digunakan, dan rencananya akan dipindahkan.

“Saya telah menghubungi langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan bahwa TPS tersebut sudah tidak digunakan,” jelas Deni.

Deni juga menyebutkan bahwa permasalahan tidak hanya terletak pada lokasi TPS, tetapi juga pada sistem pengelolaan sampah secara umum di Samarinda, yang setiap hari menghasilkan sekitar 600 ton sampah. Dengan kapasitas TPS yang terbatas, penumpukan sampah tanpa pengelolaan yang baik jelas bukan solusi yang tepat.

“Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah per hari, sedangkan kapasitas TPS yang tersedia sangat terbatas. Penumpukan sampah tanpa pengelolaan yang memadai jelas bukan solusi,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Deni, pihaknya akan melakukan studi tiru ke Banyumas dan Bantar Gebang, dua daerah yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dirinya berharap, solusi yang diterapkan di kedua daerah tersebut bisa diadaptasi di Samarinda. Program percontohan ini akan diterapkan di salah satu wilayah RT atau kelurahan, dan DLH diharapkan lebih giat dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

“Kita harap ke depan, Pemerintah Kota Samarinda juga mempertimbangkan penggunaan teknologi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi karbon,” ujarnya.

Deni berharap teknologi ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Terakhir, Deni juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, khususnya rumah tangga, dalam memulai pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah sejak dari rumah. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial