Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

Soal Polemik TPS di Samarinda Seberang, Dewan Singgung Soal Pengelolaan Sampah

badge-check


					Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : MR) Perbesar

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : MR)

SAMARINDA – Sejumlah warga Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) Samarinda Seberang menggelar aksi di depan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dinilai menjadi sumber penyakit dan menyebabkan penumpukan sampah yang tak terkendali.

Mereka menuntut Pemerintah Kota Samarinda untuk menutup TPS tersebut secara permanen. Menurut informasi masyarakat setempat, TPS yang sudah ada sejak tiga tahun lalu ini kerap di jadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat luar perumahan. Hal ini menyebabkan sampah berserakan hingga menutupi jalan menuju perumahan BPK.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan pentingnya adanya solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Deni sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan TPS tersebut tidak lagi digunakan, dan rencananya akan dipindahkan.

“Saya telah menghubungi langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan bahwa TPS tersebut sudah tidak digunakan,” jelas Deni.

Deni juga menyebutkan bahwa permasalahan tidak hanya terletak pada lokasi TPS, tetapi juga pada sistem pengelolaan sampah secara umum di Samarinda, yang setiap hari menghasilkan sekitar 600 ton sampah. Dengan kapasitas TPS yang terbatas, penumpukan sampah tanpa pengelolaan yang baik jelas bukan solusi yang tepat.

“Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah per hari, sedangkan kapasitas TPS yang tersedia sangat terbatas. Penumpukan sampah tanpa pengelolaan yang memadai jelas bukan solusi,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Deni, pihaknya akan melakukan studi tiru ke Banyumas dan Bantar Gebang, dua daerah yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dirinya berharap, solusi yang diterapkan di kedua daerah tersebut bisa diadaptasi di Samarinda. Program percontohan ini akan diterapkan di salah satu wilayah RT atau kelurahan, dan DLH diharapkan lebih giat dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

“Kita harap ke depan, Pemerintah Kota Samarinda juga mempertimbangkan penggunaan teknologi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi karbon,” ujarnya.

Deni berharap teknologi ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Terakhir, Deni juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, khususnya rumah tangga, dalam memulai pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah sejak dari rumah. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial