Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

Dewan Soroti Banyaknya Lulusan SD yang Tak Sebanding Dengan Kuota Penerimaan SMP

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronni Pasie. (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronni Pasie. (Foto : Ist)

SAMARINDA, Fasenews.id – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronni Pasie mendorong supaya ada penambahan bangunan belajar. Sebab lulusan Sekolah Dasar (SD) tidak sebanding dengan kuota yang dibutuhkan oleh SMP. Novan begitu ia disapa khawatir apabila kondisi seperti ini terus- terusan terjadi.

Dia menyebut bahwa Kesiapan sistem SPMB, khususnya terkait keterbatasan kapasitas sekolah negeri yang ada di Samarinda. Terlebih, lulusan SD setiap tahunnya mencapai 10 ribu calon pendaftar ke tingkat SMP.

“Sementara, sekolah negeri tingkat SMP hanya mampu menampung sekitar 9 ribu lebih. Sehingga masih ada sekitar 800 siswa yang belum terakomodir,” jelas Novan.

Lebih lanjut kata Novan, kondisi ini juga menjadi perhatian bagi dirinya terhadap sistem pendidikan di Samarinda. Maka dari ia mendorong pemerataan distribusi siswa agar tidak terjadi penumpukan di sekolah tertentu.

“Ini juga menjadi perhatian kita, karena masih banyak yang belum terakomodir,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga di awal tahun mata pelajaran 2025-2026 nanti, murid tidak lagi dibebankan untuk membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS). Sebab, Pemkot akan mencetak langsung buku tersebut guna berupaya mengurangi beban yang ditanggung oleh orang tua dalam hal biaya pendidikan.

Terlebih, sistemnya nanti by name by address, sehingga kebutuhan buku akan disesuaikan dengan jumlah murid. “Kita akan maksimalkan menggunakan dana BOSNAS untuk membiayai kebutuhan buku wajib itu,” pungkasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial