Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Pemerintah Kaltim Perkuat Langkah Strategis Turunkan Stunting Hingga 14 Persen

badge-check


					Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembaggaan dan Sosial Budaya Masyarakat (PKSBM) DPMPD Kaltim, Roslindawaty/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembaggaan dan Sosial Budaya Masyarakat (PKSBM) DPMPD Kaltim, Roslindawaty/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Tingkat stunting di Kalimantan Timur semakin memperlihatkan angka yang mengkhawatirkan.

Survei Status Gizi Indonesia 2023 mencatatkan prevalensi stunting di Kalimantan Timur naik menjadi 23,9 persen, sebuah kenaikan sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun 2022 yang tercatat 22,8 persen.

Roslindawaty, Kepala Bidang PKSBM DPMPD Kaltim, pemerintah daerah menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi masalah stunting.

Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya masalah jangka pendek, tetapi juga mempengaruhi masa depan generasi penerus Indonesia, di mana saat ini satu dari tiga balita di Indonesia mengalami kondisi tersebut.

Roslinda menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan sasaran penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Ia menyatakan bahwa mencapai target tersebut memerlukan kolaborasi dan kerja sama yang erat antara semua pihak.

“Target kita sangat jelas, kita ingin menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Masa depan kita tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan sekarang. Dalam menyongsong masa depan, kita harus optimis namun tidak boleh lengah,” ucapnya.

Roslinda juga menyatakan pentingnya penguatan keluarga sebagai pondasi negara, yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang pembangunan keluarga.

Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, pemerintah pusat dan daerah diminta untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dan membangun anak-anak yang sehat dan cerdas.

Selanjutnya, Roslinda mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran yang krusial dalam pembangunan bangsa yaang di mana keluarga adalah pondasi negara, dan kekuatan negara sangat ditentukan oleh peran setiap keluarga di negara ini.

“Kalau kita ingin menyiapkan anak-anak kita untuk Indonesia Emas 2045, itu harus sehat, cerdas, kuat, dan memiliki budi pekerti luhur, yang sangat ditentukan oleh pemberdayaan keluarga,” katanya.

Roslinda menekankan bahwa anak-anak bangsa merupakan kunci utama bagi masa depan Indonesia.

“Anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan. Sekarang kita rawat mereka, kelak mereka yang merawat bangsa,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial