Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Desa Sungai Bawang Berkomitmen Perjuangkan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat

badge-check


					Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Dalam sosialisasi yang digelar oleh DPMPD Kaltim, Supiah, staf Desa Sungai Bawang, Kukar, mengungkapkan bahwa ia terinspirasi untuk memperjuangkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) bagi desanya.

Supiah mengungkapkan dalam wawancara dengan tim redaksi bahwa Desa Sungai Bawang, Kukar, masih belum mendapatkan pengakuan MHA.

“Desa kami belum mendapatkan tentang pengakuan adat,” ucapnya.

Setelah mengetahui bahwa beberapa desa telah memperoleh pengakuan MHA dan merasakan manfaatnya, Supiah merasa termotivasi untuk mendapatkan pengakuan serupa bagi Desa Sungai Bawang.

“Kalau melihat desa-desa yang lain sudah mendapatkan MHA ini tentu memotivasi kami agar mendapatkan pengakuan juga,” jelasnya.

Meskipun Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adat, Supiah menegaskan bahwa mereka tetap berupaya menjaga dan melestarikan adat budaya yang ada.

“Memang Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adatnya, namun masyarakatnya masih memegang teguh budaya adat istiadatnya, seperti tari-tarian, budaya ladang berpindah dan pembuatan kerajinan tampi serta tikar,” katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini, penduduk Desa Sungai Bawang sebagian besar berasal dari suku Dayak, melebihi jumlah pendatang yang ada.

“Untuk suku di Desa Sungai Bawang mayoritas 90 % asli orang dayak kenyah, bahau, dan tunjung, serta pendatang yang menikah dengan orang pribumi,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial