Menu

Dark Mode
Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN Kebakaran Hebat di Jakarta Pusat Hanguskan 250 Bangunan, 3 Orang Terluka BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

Advertorial

Desa Sungai Bawang Berkomitmen Perjuangkan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat

badge-check


					Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Dalam sosialisasi yang digelar oleh DPMPD Kaltim, Supiah, staf Desa Sungai Bawang, Kukar, mengungkapkan bahwa ia terinspirasi untuk memperjuangkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) bagi desanya.

Supiah mengungkapkan dalam wawancara dengan tim redaksi bahwa Desa Sungai Bawang, Kukar, masih belum mendapatkan pengakuan MHA.

“Desa kami belum mendapatkan tentang pengakuan adat,” ucapnya.

Setelah mengetahui bahwa beberapa desa telah memperoleh pengakuan MHA dan merasakan manfaatnya, Supiah merasa termotivasi untuk mendapatkan pengakuan serupa bagi Desa Sungai Bawang.

“Kalau melihat desa-desa yang lain sudah mendapatkan MHA ini tentu memotivasi kami agar mendapatkan pengakuan juga,” jelasnya.

Meskipun Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adat, Supiah menegaskan bahwa mereka tetap berupaya menjaga dan melestarikan adat budaya yang ada.

“Memang Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adatnya, namun masyarakatnya masih memegang teguh budaya adat istiadatnya, seperti tari-tarian, budaya ladang berpindah dan pembuatan kerajinan tampi serta tikar,” katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini, penduduk Desa Sungai Bawang sebagian besar berasal dari suku Dayak, melebihi jumlah pendatang yang ada.

“Untuk suku di Desa Sungai Bawang mayoritas 90 % asli orang dayak kenyah, bahau, dan tunjung, serta pendatang yang menikah dengan orang pribumi,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Pancasila sebagai Nafas Persatuan, Ronal Stephen Tegaskan Pentingnya Keadilan Sosial

1 June 2026 - 14:51 WITA

Literasi Politik dan Digital, Pilar Ketahanan Generasi Muda di Era Informasi

30 May 2026 - 07:24 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sistem Pelaporan Sosial, Antisipasi Kasus Terungkap Setelah Viral

29 May 2026 - 05:51 WITA

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

26 May 2026 - 15:19 WITA

Penataan Reklame Samarinda Menuju Babak Baru, DPRD Siapkan Payung Hukum Lebih Adaptif

25 May 2026 - 15:48 WITA

Trending on Advertorial