Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

Desa Sungai Bawang Berkomitmen Perjuangkan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat

badge-check


					Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Dalam sosialisasi yang digelar oleh DPMPD Kaltim, Supiah, staf Desa Sungai Bawang, Kukar, mengungkapkan bahwa ia terinspirasi untuk memperjuangkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) bagi desanya.

Supiah mengungkapkan dalam wawancara dengan tim redaksi bahwa Desa Sungai Bawang, Kukar, masih belum mendapatkan pengakuan MHA.

“Desa kami belum mendapatkan tentang pengakuan adat,” ucapnya.

Setelah mengetahui bahwa beberapa desa telah memperoleh pengakuan MHA dan merasakan manfaatnya, Supiah merasa termotivasi untuk mendapatkan pengakuan serupa bagi Desa Sungai Bawang.

“Kalau melihat desa-desa yang lain sudah mendapatkan MHA ini tentu memotivasi kami agar mendapatkan pengakuan juga,” jelasnya.

Meskipun Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adat, Supiah menegaskan bahwa mereka tetap berupaya menjaga dan melestarikan adat budaya yang ada.

“Memang Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adatnya, namun masyarakatnya masih memegang teguh budaya adat istiadatnya, seperti tari-tarian, budaya ladang berpindah dan pembuatan kerajinan tampi serta tikar,” katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini, penduduk Desa Sungai Bawang sebagian besar berasal dari suku Dayak, melebihi jumlah pendatang yang ada.

“Untuk suku di Desa Sungai Bawang mayoritas 90 % asli orang dayak kenyah, bahau, dan tunjung, serta pendatang yang menikah dengan orang pribumi,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial